- Menteri ESDM pesimistis lifting minyak 1,6 juta barel per hari tercapai pada 2029, disampaikan di DPR Jakarta, Kamis (22/1/2026).
- Target realistis lifting minyak yang bisa dicapai pemerintah berada di kisaran 800 ribu hingga 900 ribu barel per hari.
- Kementerian ESDM mengambil kebijakan memanfaatkan sumber daya lokal seperti penerapan mandatori E10 sebagai substitusi bahan bakar fosil.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pesimistis Indonesia akan kembali mencapai lifting minyak sebesar 1,6 juta barel per hari pada 2029, seperti sebelumnya yang terjadi pada periode 1996-1997.
Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (22/1/2026).
"Saya tidak terlalu percaya bahwa kita bisa melakukan peningkatan lifting sampai dengan 2029, 1,6 juta (barel per hari). Menurut saya itu hanya Allah yang bisa memberikan kita. Kita fair-fair saja, kita enggak usah baku tipu dalam ruangan ini," kata Bahlil yang dikutip pada Jumat (23/1/2026).
Bahlil pun menyebut, target lifting yang realistis dapat tercapai berada di kisaran 800 ribu sampai dengan 900 ribu barel per hari.
"Kita enggak usah baku tipu dalam ruangan ini. Tapi kalau 800 ribu, 900 ribu, Insya Allah masih bisa. Tapi persoalannya kan strateginya bagaimana agar balance antara lifting, kebutuhan BBM dengan konsumsi," ujarnya.
Untuk itu berbagai kebijakan diambil Kementerian ESDM, salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki seperti penerapan mandatori E10 atau pencampuran 10 persen etanol dengan bahan bakar minyak fosil.
"Kita harus mempergunakan apa yang kita miliki yang namanya nabati. Etanol itu adalah bagian terpenting dalam rangka melakukan substitusi terhadap crude kita," kata Bahlil.
Tercatat realisasi lifting minyak nasional sepanjang 2025 mencapai 605,3 barel per hari atau melampaui target 605 ribu bph yang sebelum ditetapkan. Sementara untuk 2026, Kementerian ESDM menetapkan target lifting sebesar 610 ribu barel per hari.
Baca Juga: Bahlil Pamer Capaian ESDM di Tahun 2025
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Widyasari: Ini Adalah Awal dari Era Baru!
-
PDB Tiongkok Tembus US$25 Triliun, Jangkar Ekonomi ASEAN Mulai Goyang?
-
IEA Siapkan Cadangan Minyak Rekor, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Krakatau Steel Pasang Target Pendapatan 1,6 Miliar Dolar AS Tahun Ini
-
Emas Antam Melesat, Harga Hari Ini Tembus Rp 3,08 Juta per Gram
-
Rupiah Menguat Tips, Dolar AS Sentuh ke Level Rp16.861
-
Tak Hanya Tambang, Aktivitas Emiten AMMN Kontribusi Rp 173 Triliun ke PDB
-
Waspada! Kewajiban Neto Luar Negeri RI Bengkak Jadi 272,6 Miliar Dolar AS
-
IHSG Melaju ke 7.484 Pagi ini, Tapi Dibayangi Aksi Jual Asing
-
Kerajinan Anyaman Jogja Diminati Global, Ekspor Capai Pasar Eropa