Suara.com - Investasi pada instrumen negara kini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Tren positif ini terlihat dari antusiasme investor domestik yang terus meningkat dalam mengoleksi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel.
Menanggapi tingginya permintaan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyiapkan skema pembiayaan APBN 2026 dengan merilis delapan seri instrumen investasi berbasis pendapatan tetap (fixed income).
Bagi Anda yang menyukai instrumen berbasis syariah, tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat menarik karena porsi penerbitan Sukuk diprediksi cukup mendominasi pasar.
Mengapa Sukuk Ritel Menjadi Primadona?
Keberhasilan penjualan pada tahun 2025 menjadi bukti kuat bahwa SBN Ritel adalah primadona baru. Sebagai catatan, seri ORI027 pada tahun lalu berhasil memecahkan rekor sejarah dengan total penjualan mencapai Rp37,35 triliun dari 86.624 investor.
Capaian ini melampaui rekor-rekor tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan imbal hasil dari pemerintah sangatlah tinggi.
Jadwal Penerbitan Sukuk Ritel dan SBN 2026
Berdasarkan data resmi dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), berikut adalah jadwal tentatif masa penawaran instrumen investasi rakyat untuk sepanjang tahun 2026:
1. Kuartal I
Baca Juga: Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?
Tahun akan dibuka dengan penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 pada 26 Januari hingga 19 Februari. Namun, bagi pemburu instrumen syariah, mata akan tertuju pada Sukuk Ritel seri SR024 yang dijadwalkan menyapa investor pada 6 Maret hingga 15 April 2026. Ini adalah momen tepat bagi investor yang ingin menempatkan dana dari THR atau bonus awal tahun.
2. Kuartal II
Menjelang tengah tahun, pemerintah akan menawarkan Sukuk Negara Tabungan seri ST016 pada 8 Mei hingga 3 Juni 2026. Berbeda dengan SR yang bisa diperdagangkan, seri ST biasanya memiliki fitur non-tradable namun menawarkan imbal hasil yang bersifat mengambang dengan batas minimal (floating with floor).
3. Kuartal III
Paruh kedua tahun 2026 akan sangat padat dengan instrumen syariah. Setelah ORI030 di bulan Juli, masyarakat dapat kembali berinvestasi pada:
Sukuk Ritel SR025: 21 Agustus – 16 September 2026.
Sukuk Wakaf Ritel SWR007: 4 September – 21 Oktober 2026.
4. Kuartal IV
Sebagai penutup rangkaian investasi tahun 2026, pemerintah menyediakan Saving Bond Ritel (SBR015) pada akhir September dan ditutup dengan Sukuk Negara Tabungan seri ST017 pada 6 November hingga 2 Desember 2026.
Keuntungan Berinvestasi di Sukuk Ritel
Berinvestasi pada Sukuk Ritel (SR) maupun Sukuk Tabungan (ST) memberikan keamanan maksimal karena pokok dan imbal hasilnya dijamin penuh oleh undang-undang. Selain itu, pajak yang dikenakan pada imbal hasil SBN hanya sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan pajak deposito bank yang mencapai 20%.
Dengan mengetahui jadwal di atas, Anda dapat mulai mengatur perencanaan keuangan dan arus kas sejak dini agar tidak melewatkan masa penawaran instrumen yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial Anda.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun