Bisnis / Makro
Senin, 26 Januari 2026 | 07:48 WIB
Ilustrasi logam perak [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Pada Jumat (23/1/2026), harga perak spot melesat 5% mencapai US$101 per troy ons, melanjutkan reli signifikan sejak 2025.
  • Kenaikan didorong permintaan industri vital dan pembelian investor ritel, menyebabkan rasio emas-perak mencapai terketat dalam 14 tahun.
  • Meskipun harga tinggi, pasar fisik tertekan defisit stok lima tahun, keterbatasan pemurnian, serta cadangan gudang yang menipis.

Senada dengan hal tersebut, David Wilson dari BNP Paribas memperkirakan aksi ambil untung (profit taking) akan segera terjadi.

Setelah reli yang penuh euforia sejak akhir November, pasar kemungkinan besar akan segera melakukan penyesuaian harga, terutama jika pasokan fisik mulai mengalir masuk kembali ke pasar global.


DISCLAIMER: Investasi pada logam mulia seperti perak dan emas memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tinggi di pasar internasional. Harga dapat berubah dalam hitungan menit mengikuti sentimen geopolitik dan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi beli atau jual. Selalu lakukan riset mendalam dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Load More