Bisnis / Keuangan
Senin, 26 Januari 2026 | 16:05 WIB
IPO PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) di Gedung Bursa Efek, Jakarta, Selasa (23/9/2025). [Antara]
Baca 10 detik
  • Pengusaha Boy Thohir berencana membawa PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) IPO di Bursa Efek Hong Kong.
  • EMAS dilaporkan telah menunjuk Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group AG sebagai bank investasi.
  • Jika terealisasi, EMAS berpotensi menjadi emiten pertama non-China yang melantai di bursa saham Hong Kong.

Suara.com - Pengusaha Garibaldi Thohir atau dikenal Boy Thohir mencari cuan di Bursa Efek Hong Kong. Salah satunya, dikabarkan mau membawa PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) melakukan Initial Public Offering (IPO) di bursa yang indentik dengan Hang Seng Index ini.

Hal ini, setelah Bloomberg melaporkan rencana emiten pertambangan emas itu telah menunjuk beberapa bank investasi untuk melancarkan aksi tersebut.

Seperti dilansir Senin, 26 Januari 2026, Bloomberg mengungkapkan bank investasi yang ditunjuk diantaranya, Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group AG.

Ilustrasi pekerja Merdeka Gold Resources (EMAS) [Ist]

Namun, manajemen masih belum mengumumkkan kapan dan berapa jumlah saham, serta jadwal IPO di Bursa Hongkong.

Namun, jika benar-benar terealisasi, maka EMAS merupakan emiten pertama non-China yang bisa melantai bursa di Hong Kong.

Untuk diketahui, EMAS kini memiliki Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Proyek ini dikelola sebagai tambang emas berbiaya rendah dan berumur panjang yang memiliki potensi sumber daya mencapai sekitar 7 juta ounce emas, menjadikannya salah satu proyek emas terbesar di Tanah Air.

EMAS menargetkan produksi emas pertama pada kuartal I 2026 dengan puncak produksi bisa mencapai sekitar 500.000 ounce emas per tahun setelah fasilitas pengolahan siap beroperasi penuh.

Sedangkan, EMAS melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di 23 September 2025 dengan kode saham EMAS, di mana perusahaan berhasil menghimpun dana sekitar Rp 4,66 triliun dari IPO tersebut.

Dana IPO ini sebagian besar dialokasikan untuk modal kerja kegiatan operasional pertambangan emas dan pelunasan utang.

Baca Juga: Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar

Sementara, pada hari ini, Saham EMAS melesat 18,22 persen ke harga Rp 7.300 per lembar saham. Dalam sebulan terakhir, saham EMAS telah melonjak 30,94 persen.

Load More