- Kinerja industri pengolahan nonmigas kuartal III-2025 tumbuh 5,58%, disampaikan Menperin di Jakarta, Senin (26/1/2026).
- Pertumbuhan manufaktur tersebut melampaui ekonomi nasional (5,04%) untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir.
- Industri pengolahan nonmigas berkontribusi 17,39% terhadap PDB dan 80,27% dari total ekspor nasional.
Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memaparkan capaian kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) pada kuartal III-2025 yang tumbuh sebesar 5,58 persen.
Capaian tersebut disampaikan Agus saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Agus mengatakan, pertumbuhan industri manufaktur itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yakni 5,04 persen.
Ia menilai, kondisi tersebut menjadi catatan penting lantaran baru pertama kali terjadi dalam 14 tahun terakhir.
"Dan ini pertama kali dalam 14 tahun terakhir, di mana akhirnya pertumbuhan manufaktur bisa diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Dan ini memang seharusnya seperti itu." ucap Agus.
Agus berharap sektor manufaktur dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, bukan justru tertarik oleh laju pertumbuhan ekonomi.
Dengan begitu, industri pengolahan nonmigas tak lagi hanya sekadar mengikuti tren pertumbuhan ekonomi secara umum.
"Ini yang selalu kami upayakan. Bukan sebaliknya, selalu kami upayakan pertumbuhan manufaktur justru menarik pertumbuhan ekonomi. Bukan sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang menarik pertumbuhan manufaktur," terangnya.
Lebih lanjut, Agus membeberkan kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga kuartal III-2025 tercatat sebesar 17,39 persen.
Baca Juga: Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera
Angka tersebut setara dengan nilai Rp1.053,56 triliun berdasarkan harga berlaku.
Sementara itu, berdasarkan harga konstan, kontribusi IPNM berada pada kisaran 18,70 persen atau senilai Rp644,17 triliun.
Selain kontribusi terhadap PDB, Agus juga menyoroti capaian ekspor industri pengolahan nonmigas sepanjang Januari hingga November 2025.
"Ekspor IPNM (Industri pengolahan nonmigas) secara kumulatif dalam periode Januari sampai November 2025 tercatat sebesar 205,93 miliar dolar AS atau 80,27 persen dari total ekspor nasional," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Di Depan Prabowo, Airlangga Pamer IHSG Pecah Rekor ke Level 8.600
-
Biar Tak Andalkan Ekspor Mentah, Kemenperin Luncurkan Roadmap Hilirisasi Silika
-
Kemenperin Umumkan Jurus Baru Agar Industri RI Bisa Bersaing Global
-
Inovasi Efisiensi Energi Dorong Industri Manufaktur Menuju Operasi yang Lebih Berkelanjutan
-
Menperin Andalkan Vokasi Jadi Investasi Sektor Industri
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia
-
Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?
-
Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur
-
Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo
-
Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?
-
"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'
-
Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah
-
PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!