Bisnis / Makro
Selasa, 27 Januari 2026 | 07:24 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Kinerja industri pengolahan nonmigas kuartal III-2025 tumbuh 5,58%, disampaikan Menperin di Jakarta, Senin (26/1/2026).
  • Pertumbuhan manufaktur tersebut melampaui ekonomi nasional (5,04%) untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir.
  • Industri pengolahan nonmigas berkontribusi 17,39% terhadap PDB dan 80,27% dari total ekspor nasional.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memaparkan capaian kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) pada kuartal III-2025 yang tumbuh sebesar 5,58 persen.

Capaian tersebut disampaikan Agus saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Agus mengatakan, pertumbuhan industri manufaktur itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yakni 5,04 persen.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi catatan penting lantaran baru pertama kali terjadi dalam 14 tahun terakhir.

"Dan ini pertama kali dalam 14 tahun terakhir, di mana akhirnya pertumbuhan manufaktur bisa diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Dan ini memang seharusnya seperti itu." ucap Agus.

Agus berharap sektor manufaktur dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, bukan justru tertarik oleh laju pertumbuhan ekonomi.

Ilustrasi industri otomotif. [Shutterstock/Rainer Plendl]

Dengan begitu, industri pengolahan nonmigas tak lagi hanya sekadar mengikuti tren pertumbuhan ekonomi secara umum.

"Ini yang selalu kami upayakan. Bukan sebaliknya, selalu kami upayakan pertumbuhan manufaktur justru menarik pertumbuhan ekonomi. Bukan sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang menarik pertumbuhan manufaktur," terangnya.

Lebih lanjut, Agus membeberkan kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga kuartal III-2025 tercatat sebesar 17,39 persen.

Baca Juga: Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera

Angka tersebut setara dengan nilai Rp1.053,56 triliun berdasarkan harga berlaku.

Sementara itu, berdasarkan harga konstan, kontribusi IPNM berada pada kisaran 18,70 persen atau senilai Rp644,17 triliun.

Selain kontribusi terhadap PDB, Agus juga menyoroti capaian ekspor industri pengolahan nonmigas sepanjang Januari hingga November 2025.

"Ekspor IPNM (Industri pengolahan nonmigas) secara kumulatif dalam periode Januari sampai November 2025 tercatat sebesar 205,93 miliar dolar AS atau 80,27 persen dari total ekspor nasional," pungkasnya.

Load More