Bisnis / Keuangan
Selasa, 27 Januari 2026 | 09:24 WIB
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 27 Januari 2026, adalah Rp 2.916.000, turun Rp 1.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga emas dunia (XAU/USD) menguat mendekati USD 5.050 per troy ounce karena ketidakpastian geopolitik dan isu The Fed.
  • Penguatan harga emas global didorong kekhawatiran perang dagang AS serta antisipasi penetapan Ketua The Fed yang lebih dovish.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 27 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.916.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu terpeselet Rp 1.000 dibandingkan hari Senin, 26 Januari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.749.000 per gram.

Harga buyback itu juga melemah tipis Rp 1.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc/pri.]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.508.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.916.000
  • Emas 2 gram Rp 5.772.000
  • Emas 3 gram Rp 8.633.000
  • Emas 5 gram Rp 14.355.000
  • Emas 10 gram Rp 28.655.000
  • Emas 25 gram Rp 71.512.000
  • Emas 50 gram Rp 142.945.000
  • Emas 100 gram Rp 285.812.000
  • Emas 250 gram Rp 714.265.000
  • Emas 500 gram Rp 1.428.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.856.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Terus Menguat

Harga emas dunia kembali melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Logam mulia XAU/USD tercatat naik hingga mendekati level USD 5.050 per troy ounce, didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe-haven) di tengah ketidakpastian keuangan dan geopolitik global.

Mengutip laporan FXStreet, penguatan emas terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dinamika politik dan hubungan internasional Amerika Serikat. Investor bersikap defensif dan beralih ke emas setelah muncul sinyal potensi memburuknya hubungan AS dengan sejumlah sekutu utamanya, mulai dari Eropa hingga Kanada.

Baca Juga: Harga Emas Naik Lagi, Hari Ini di Pegadaian Sudah Tembus Level Rp3 Juta

Pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 100 persen terhadap barang-barang asal Kanada apabila negara tersebut mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Ancaman tersebut memicu kekhawatiran pasar akan kembali memanasnya perang dagang global, yang pada akhirnya mendorong minat terhadap aset lindung nilai seperti emas.

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga emas juga dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar saat ini menantikan keputusan Trump terkait penunjukan Ketua The Fed berikutnya, setelah Presiden AS tersebut menyatakan telah menyelesaikan proses wawancara para kandidat.

Ketua The Fed yang lebih dovish atau cenderung lunak berpotensi meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Kondisi tersebut dinilai positif bagi harga emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah akan menekan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Ke depan, perhatian pasar tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada Rabu. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Meski demikian, pasar akan mencermati secara saksama pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell pasca-rapat kebijakan. Jika Powell menyampaikan pandangan yang cenderung agresif atau hawkish, hal tersebut berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas, dalam jangka pendek.

Load More