Bisnis / Energi
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:04 WIB
Iluatrasi badai musim dingin. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Pada Selasa, 27 Januari 2026, harga minyak Brent dan WTI turun meskipun badai musim dingin mengganggu produksi Teluk AS.
  • Badai musim dingin menyebabkan produsen AS kehilangan hingga dua juta barel minyak per hari akibat masalah infrastruktur energi.
  • OPEC+ diperkirakan menangguhkan kenaikan produksi minyak Maret karena ketegangan Timur Tengah dan isu pasokan Kazakhstan.

Suara.com - Harga minyak turun pada perdagangan Selasa 27 Januari 2026, meskipun badai musim dingin yang dahsyat menghambat produksi minyak mentah dan berdampak pada kilang-kilang di pesisir Teluk AS.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun 28 sen, atau 0,4 persen, menjadi 65,31 dolar AS per barel pada pukul 01.45 GMT atau 08.45 WIB. 

Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 24 sen, atau 0,4 persen menjadi 60,39 dolar AS per barel. 

Menurut perkiraan analis dan pedagang, produsen minyak Amerika Serikat kehilangan hingga 2 juta barel per hari atau sekitar 15 persen dari produksi nasional selama akhir pekan. 

Hal itu disebabkan badai musim dingin yang melanda sehingga berdampak terhadap infrastruktur energi dan jaringan listrik. 

Beberapa kilang minyak di sepanjang Pantai Teluk AS juga melaporkan masalah terkait cuaca beku. 

Ilustrasi harga minyak. [Freepik]

Daniel Hynes, seorang analis di ANZ menilai hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan bahan bakar.

Dari sisi geopolitik, dua pejabat AS mengonfirmasi kepada Reuters pada hari Senin bahwa satu kapal induk beserta kapal perang telah tiba di Timur Tengah. 

Hal ini memperkuat kemampuan militer Presiden Donald Trump dalam melindungi pasukan AS atau melancarkan aksi militer terhadap Iran. 

Baca Juga: Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan

"Risiko pasokan belum sepenuhnya hilang... Ketegangan di Timur Tengah tetap ada setelah Presiden Trump mengirimkan aset angkatan laut ke wilayah tersebut," kata Hynes.

Sementara itu, delapan anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak beserta sekutunya (OPEC+) diperkirakan akan tetap menangguhkan kenaikan produksi minyak untuk bulan Maret dalam pertemuan pada 1 Februari mendatang.

Tiga delegasi OPEC+ menyatakan kepada Reuters bahwa keputusan ini diambil di tengah tren kenaikan harga yang dipicu oleh merosotnya produksi minyak di Kazakhstan. 

Adapun delapan anggota yang akan bertemu tersebut meliputi Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman.

Load More