- Permintaan kredit perbankan lesu disebabkan oleh daya beli masyarakat dan ekspansi perusahaan yang masih melemah.
- Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah dinilai belum efektif karena kredit menganggur bank masih sangat besar.
- OJK memproyeksikan kredit perbankan tumbuh positif Q1 2026 didorong momentum hari besar dan perbaikan sektor riil.
OJK juga mendorong perbankan agar menyalurkan kredit secara optimal pada segmen yang sesuai dengan keahlian dan risk appetite masing-masing bank, sehingga peluang bisnis dapat dimanfaatkan dengan baik sekaligus menjaga pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98 persen yoy, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67 persen yoy. Sedangkan kredit modal kerja tumbuh sebesar 2,04 persen yoy.
Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 12 persen yoy. Sementara kredit UMKM masih menghadapi tantangan yang cukup berat atau masih terkontraksi.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) pada November 2025 tumbuh sebesar 12,03 persen yoy atau meningkat dari sebelumnya sebesar 11,48 persen yoy sehingga menjadi sebesar Rp9.899,07 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?