Bisnis / Makro
Kamis, 29 Januari 2026 | 10:32 WIB
Ilustrasi bawang merah. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Data BPN per 29 Januari 2026 menunjukkan tren pelemahan harga pangan strategis nasional secara umum.
  • Penurunan harga signifikan terjadi pada komoditas hortikultura seperti berbagai jenis cabai dan bawang merah.
  • Sektor protein hewani dan minyak goreng mayoritas mengalami koreksi harga nasional dibandingkan hari sebelumnya.

Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional menunjukkan tren pelemahan menjelang akhir Januari 2026. Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (BPN) per Kamis (29/1/2026), mayoritas komoditas pangan strategis tercatat mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

Harga yang disajikan merupakan rata-rata nasional yang dihimpun dari berbagai zona pasar di Indonesia. Penurunan harga terlihat merata, mulai dari kelompok hortikultura, bahan pokok, hingga protein hewani, meski beberapa komoditas masih menunjukkan kenaikan terbatas.

Di kelompok cabai, koreksi harga terjadi cukup signifikan. Cabai merah besar tercatat turun Rp3.588 atau 9,74 persen menjadi Rp33.235 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai merah keriting yang kini berada di level Rp34.409 per kilogram setelah turun Rp2.403 atau 6,53 persen.

Sementara itu, harga cabai rawit merah turun Rp1.662 atau 3,08 persen menjadi Rp52.285 per kilogram. Penurunan harga cabai ini sejalan dengan mulai membaiknya pasokan dari sejumlah sentra produksi utama.

Komoditas bawang merah juga mengalami koreksi cukup dalam. Harga bawang merah tercatat turun Rp1.792 atau 4,37 persen menjadi Rp39.235 per kilogram. Bawang putih bonggol turut melemah dengan penurunan Rp872 sehingga berada di angka Rp38.217 per kilogram.

Untuk kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan berada di level Rp20.994 per liter atau turun Rp187. Minyak goreng curah tercatat turun tipis Rp29 menjadi Rp17.668 per liter. Adapun Minyakita sebagai minyak goreng rakyat turun Rp213 ke level Rp17.438 per liter.

Ilustarsi gula. [Antara]

Harga gula konsumsi nasional tercatat di angka Rp18.113 per kilogram setelah turun Rp140. Garam konsumsi juga mengalami penurunan Rp243 atau 2,10 persen menjadi Rp11.334 per kilogram.

Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras turun Rp968 menjadi Rp38.499 per kilogram. Telur ayam ras ikut melemah Rp468 sehingga berada di angka Rp30.210 per kilogram. Daging sapi murni tercatat turun Rp1.459 menjadi Rp135.261 per kilogram.

Harga daging kerbau beku impor tercatat di level Rp107.771 per kilogram atau turun Rp2.880. Namun demikian, daging kerbau segar lokal justru mengalami kenaikan tipis Rp316 menjadi Rp141.100 per kilogram.

Baca Juga: Harga Pangan Nasional Ramai-Ramai Turun Hari Ini, Beras hingga Cabai Ikut Melunak

Sementara itu, komoditas perikanan juga didominasi tren penurunan. Harga ikan bandeng turun Rp508 menjadi Rp36.464 per kilogram, sedangkan ikan tongkol turun Rp150 menjadi Rp36.729 per kilogram. Berbeda dengan ikan kembung yang naik Rp160 menjadi Rp44.788 per kilogram.

Dari kelompok pangan berbasis gandum, harga tepung terigu curah turun Rp130 menjadi Rp9.639 per kilogram. Tepung terigu kemasan juga tercatat turun Rp267 ke level Rp12.792 per kilogram.

Untuk komoditas kedelai, harga kedelai biji kering impor berada di angka Rp10.868 per kilogram setelah turun Rp59 atau 0,54 persen. Di sektor pakan ternak, harga jagung tingkat peternak tercatat turun Rp 73 menjadi Rp 6.858 per kilogram.

Di kelompok beras, pergerakan harga cenderung bervariasi. Harga beras premium turun Rp175 menjadi Rp15.535 per kilogram, sementara beras medium turun tipis Rp13 ke level Rp13.360 per kilogram. Beras SPHP juga tercatat turun Rp28 menjadi Rp12.437 per kilogram.

Namun, harga beras khusus lokal justru mengalami kenaikan Rp154 atau 0,98 persen menjadi Rp15.815 per kilogram. Selain itu, harga beras medium non-SPHP tercatat naik Rp27 ke level Rp13.947 per kilogram.

Load More