- IHSG melemah 1,06% pada 29 Januari 2026 karena kekhawatiran potensi penurunan peringkat oleh MSCI.
- OJK merespons dengan revisi aturan batas minimal kepemilikan saham publik menjadi 15 persen dan sediakan data UBO.
- Tekanan jual menyebabkan trading halt sesi pertama, namun bargain hunting membuat IHSG ditutup di atas level terendah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026 IHSG parkir di level 8.232 atau turun 1,06 persen, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi downgrade Indonesia ke Frontier Market oleh MSCI.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, tekanan jual kembali mendominasi setelah sejumlah sekuritas asing menurunkan peringkat pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut memicu aksi sell-off yang cukup dalam hingga menyebabkan trading halt selama 30 menit pada sesi pertama perdagangan.
Setelah perdagangan dibuka kembali, IHSG sempat melanjutkan pelemahan lebih dalam. Namun, aksi bargain hunting mulai muncul sehingga mampu memangkas tekanan dan membuat indeks berakhir di atas level terendah hariannya.
Merespons gejolak pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan akan menyiapkan sejumlah langkah kebijakan. Salah satunya, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Kebijakan free float ini akan berlaku bagi emiten baru maupun emiten yang telah tercatat di bursa. Bagi emiten yang tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut, OJK menyiapkan exit policy, meski hingga kini mekanisme pastinya masih dalam pembahasan.
Selain itu, OJK juga berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat terakhir kepada MSCI. Penyediaan data ini akan difokuskan terlebih dahulu pada emiten yang masuk dalam konstituen IDX100, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor global.
Dari sisi teknikal, IHSG sebelumnya sempat menembus moving average 200 (MA200) dan melemah hingga level 7.481. Namun, terjadi technical rebound yang membuat indeks kembali ditutup di atas MA200.
Meski demikian, tekanan masih berpotensi berlanjut, tercermin dari indikator MACD yang menunjukkan momentum pelemahan masih dominan.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: Purbaya Yakin IHSG Pulih 3 Hari Lagi
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 95,35 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 67,90 triliun, serta frekuensi sebanyak 4,86 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 227 saham bergerak naik, sedangkan 544 saham mengalami penurunan, dan 187 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, KIOS, ELIT, AGAR, ARGO,, SURE, CUAN, GPSO, PKPK, KICI, PTSP, VINS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, GOLF, BUMI, VKTR, EXCL, RMKO, BUVA, UANG, ENRG, NSSS, IMPC, LAJU.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon