Bisnis / Keuangan
Selasa, 03 Februari 2026 | 09:16 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pada Selasa, 3 Februari 2026 pagi, IHSG dibuka melemah 0,43 persen mencapai level 7.888 di Bursa Efek Indonesia.
  • Volume perdagangan mencatat 2,69 miliar saham ditransaksikan dengan nilai Rp 1,79 triliun hingga pukul 09.05 WIB.
  • IHSG diproyeksikan berpeluang menguat didukung sentimen positif dari kenaikan bursa Wall Street dan regional.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih anjlok pada perdagangan, Selasa, 3 Februari 2026 pagi. IHSG memerah 0,43 persen ke level 7.888.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih betah di zona merah ke level 7.896 atau turun 0,33 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun, serta frekuensi sebanyak 166.900 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 324 saham bergerak naik, sedangkan 247 saham mengalami penurunan, dan 387 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, LRNA, SOHO, NIRO, ESTI, YPAS, ZATA, KBLV, ATAP, ERTX, INOV, BBRM.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, BIPI, ARKO, NSSS, MORA, FILM, INDO, BUVA, TRUE, SSTM, LEAD, UNIQ.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026), seiring sentimen positif yang datang dari pasar saham regional dan rebound bursa Wall Street.

Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, saham-saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/2). Dow Jones Industrial Average melonjak 1,05 persen, disusul S&P 500 yang naik 0,54 persen, serta Nasdaq menguat 0,56 persen.

Baca Juga: OJK Belum Terima Laporan Polri Mau Selidiki Saham Gorengan di Pasar Modal

“Pasar saham AS rebound seiring munculnya aksi bargain hunting setelah volatilitas sebelumnya, meskipun selera risiko investor masih cenderung berhati-hati,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Selasa (3/2/2026).

Penguatan Wall Street terjadi di tengah proses unwinding pada perdagangan spekulatif yang sebelumnya menekan pasar. Namun, kehati-hatian investor masih terlihat dari pergerakan imbal hasil obligasi AS dan dolar.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat naik 4,2 basis poin atau 0,99 persen ke level 4,283 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (USD Index) menguat 0,64 persen ke posisi 97,61.

Dari kawasan regional, indeks STOXX Eropa menguat 1,0 persen, meskipun beberapa indeks Asia masih bergerak terbatas. Di sisi lain, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 4,9 persen ke level 7.923.

Meski demikian, Samuel Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka hari ini, didukung sentimen positif dari pasar global.

Dari sisi aliran dana asing, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih pada saham-saham seperti BBCA, EXCL, dan DSSA. Sementara itu, saham BMRI, BBRI, dan TLKM menjadi yang paling banyak dilepas asing.

Load More