- Pada Selasa, 3 Februari 2026 pagi, IHSG dibuka melemah 0,43 persen mencapai level 7.888 di Bursa Efek Indonesia.
- Volume perdagangan mencatat 2,69 miliar saham ditransaksikan dengan nilai Rp 1,79 triliun hingga pukul 09.05 WIB.
- IHSG diproyeksikan berpeluang menguat didukung sentimen positif dari kenaikan bursa Wall Street dan regional.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih anjlok pada perdagangan, Selasa, 3 Februari 2026 pagi. IHSG memerah 0,43 persen ke level 7.888.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih betah di zona merah ke level 7.896 atau turun 0,33 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun, serta frekuensi sebanyak 166.900 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 324 saham bergerak naik, sedangkan 247 saham mengalami penurunan, dan 387 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, LRNA, SOHO, NIRO, ESTI, YPAS, ZATA, KBLV, ATAP, ERTX, INOV, BBRM.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, BIPI, ARKO, NSSS, MORA, FILM, INDO, BUVA, TRUE, SSTM, LEAD, UNIQ.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026), seiring sentimen positif yang datang dari pasar saham regional dan rebound bursa Wall Street.
Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, saham-saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/2). Dow Jones Industrial Average melonjak 1,05 persen, disusul S&P 500 yang naik 0,54 persen, serta Nasdaq menguat 0,56 persen.
Baca Juga: OJK Belum Terima Laporan Polri Mau Selidiki Saham Gorengan di Pasar Modal
“Pasar saham AS rebound seiring munculnya aksi bargain hunting setelah volatilitas sebelumnya, meskipun selera risiko investor masih cenderung berhati-hati,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Selasa (3/2/2026).
Penguatan Wall Street terjadi di tengah proses unwinding pada perdagangan spekulatif yang sebelumnya menekan pasar. Namun, kehati-hatian investor masih terlihat dari pergerakan imbal hasil obligasi AS dan dolar.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat naik 4,2 basis poin atau 0,99 persen ke level 4,283 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (USD Index) menguat 0,64 persen ke posisi 97,61.
Dari kawasan regional, indeks STOXX Eropa menguat 1,0 persen, meskipun beberapa indeks Asia masih bergerak terbatas. Di sisi lain, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 4,9 persen ke level 7.923.
Meski demikian, Samuel Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka hari ini, didukung sentimen positif dari pasar global.
Dari sisi aliran dana asing, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih pada saham-saham seperti BBCA, EXCL, dan DSSA. Sementara itu, saham BMRI, BBRI, dan TLKM menjadi yang paling banyak dilepas asing.
Untuk saham unggulan, Samuel menyoroti beberapa sentimen korporasi, di antaranya bertambahnya kepemilikan saham oleh jajaran direksi BBCA, capaian penjualan tertinggi sepanjang masa oleh DGWG, serta arahan Danantara kepada PGAS untuk menggarap sektor downstream dan midstream.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan
-
GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan
-
Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik
-
Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru
-
Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
-
Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas
-
MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris