- Menperin menargetkan investasi manufaktur Rp852,9 triliun pada 2026, sejalan dengan pertumbuhan industri 5,51 persen.
- Target 2026 mencakup kontribusi manufaktur PDB 18,56 persen dan ekspor nasional 74,85 persen.
- Pemerintah juga menargetkan kontribusi industri luar Jawa 33,25 persen dan penurunan emisi gas rumah kaca 6,79 juta ton.
Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memasang target ambisius untuk mendorong arus investasi ke sektor industri manufaktur pada 2026.
Nilai investasi yang dibidik mencapai Rp852,9 triliun, seiring upaya memperkuat struktur industri nasional.
Target tersebut sejalan dengan sasaran pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang dipatok sebesar 5,51 persen pada 2026.
Pemerintah berharap sektor manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Capaian yang ditargetkan pada 2026 itu tercatat lebih tinggi dibanding realisasi investasi industri pengolahan nonmigas hingga kuartal III-2025.
Pada periode tersebut, investasi yang masuk mencapai Rp552 triliun atau sekitar 38,49 persen dari total investasi nasional sebesar Rp1.434 triliun.
"Tahun 2026 sasaran pembangunan juga diarahkan pada peningkatan nilai investasi sektor industri sebesar Rp852,9 triliun,” ucap Menperin saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Selain mengejar pertumbuhan, Kementerian Perindustrian juga menetapkan target kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 18,56 persen.
Angka ini diharapkan mampu mengerek peran sektor industri sebagai penopang utama ekonomi.
Baca Juga: Menperin Agus: Manufaktur Pecah Rekor 14 Tahun, Tumbuh 5,58 Persen Lampaui Ekonomi Nasional
Tak hanya itu, kontribusi industri manufaktur terhadap ekspor nasional juga diproyeksikan mencapai 74,85 persen dari total ekspor Indonesia.
Pemerintah menilai penguatan daya saing industri menjadi kunci untuk menjaga kinerja ekspor di tengah persaingan global.
"Dari sisi tenaga kerjaan, industri diharapkan akan menerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional dengan produktivitas tenaga kerja mencapai 126,20 juta per orang per tahun," ungkap Agus.
Pemerintah juga menargetkan pemerataan pembangunan industri melalui peningkatan kontribusi industri pengolahan di luar Pulau Jawa. Pada 2026, kontribusi industri di luar Jawa ditargetkan menembus 33,25 persen.
Di sisi keberlanjutan, Kemenperin memasang target penurunan emisi gas rumah kaca sektor industri prioritas sebesar 6,79 juta ton CO2 equivalent. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen industri nasional menuju ekonomi hijau.
Sebagai gambaran, hingga kuartal III-2025 kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB tercatat sebesar 17,39 persen atau senilai Rp1.053,56 triliun.
Berita Terkait
-
6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
-
Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis
-
Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II
-
Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?