Bisnis / Makro
Selasa, 27 Januari 2026 | 09:21 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Fakhri]
Baca 10 detik
  • Menperin menargetkan investasi manufaktur Rp852,9 triliun pada 2026, sejalan dengan pertumbuhan industri 5,51 persen.
  • Target 2026 mencakup kontribusi manufaktur PDB 18,56 persen dan ekspor nasional 74,85 persen.
  • Pemerintah juga menargetkan kontribusi industri luar Jawa 33,25 persen dan penurunan emisi gas rumah kaca 6,79 juta ton.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memasang target ambisius untuk mendorong arus investasi ke sektor industri manufaktur pada 2026. 

Nilai investasi yang dibidik mencapai Rp852,9 triliun, seiring upaya memperkuat struktur industri nasional.

Target tersebut sejalan dengan sasaran pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang dipatok sebesar 5,51 persen pada 2026. 

Pemerintah berharap sektor manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Capaian yang ditargetkan pada 2026 itu tercatat lebih tinggi dibanding realisasi investasi industri pengolahan nonmigas hingga kuartal III-2025. 

Pada periode tersebut, investasi yang masuk mencapai Rp552 triliun atau sekitar 38,49 persen dari total investasi nasional sebesar Rp1.434 triliun.

Ilustrasi Investasi (freepik)

"Tahun 2026 sasaran pembangunan juga diarahkan pada peningkatan nilai investasi sektor industri sebesar Rp852,9 triliun,” ucap Menperin saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Selain mengejar pertumbuhan, Kementerian Perindustrian juga menetapkan target kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 18,56 persen. 

Angka ini diharapkan mampu mengerek peran sektor industri sebagai penopang utama ekonomi.

Baca Juga: Menperin Agus: Manufaktur Pecah Rekor 14 Tahun, Tumbuh 5,58 Persen Lampaui Ekonomi Nasional

Tak hanya itu, kontribusi industri manufaktur terhadap ekspor nasional juga diproyeksikan mencapai 74,85 persen dari total ekspor Indonesia. 

Pemerintah menilai penguatan daya saing industri menjadi kunci untuk menjaga kinerja ekspor di tengah persaingan global.

"Dari sisi tenaga kerjaan, industri diharapkan akan menerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional dengan produktivitas tenaga kerja mencapai 126,20 juta per orang per tahun," ungkap Agus.

Pemerintah juga menargetkan pemerataan pembangunan industri melalui peningkatan kontribusi industri pengolahan di luar Pulau Jawa. Pada 2026, kontribusi industri di luar Jawa ditargetkan menembus 33,25 persen.

Di sisi keberlanjutan, Kemenperin memasang target penurunan emisi gas rumah kaca sektor industri prioritas sebesar 6,79 juta ton CO2 equivalent. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen industri nasional menuju ekonomi hijau.

Sebagai gambaran, hingga kuartal III-2025 kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB tercatat sebesar 17,39 persen atau senilai Rp1.053,56 triliun. 

Load More