Bisnis / Makro
Jum'at, 23 Januari 2026 | 20:50 WIB
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan penguatan infrastruktur teknologi Himbara jadi fokus 2026. [Antara]
Baca 10 detik
  • BPI Danantara dan Kerajaan Hashemite Yordania sepakat investasi di Energi, Infrastruktur, dan Logistik.
  • Perjanjian Kerangka Kerja ditandatangani 22 Januari 2026 di Davos pada Indonesia Pavilion.
  • Kemitraan ini bertujuan memperkuat konektivitas, pembangunan berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memboyong banyak proyek dari World Economic Forum (WEF). Salah satunya, berencana menggarap proyek di sektor Energi, Infrastruktur, dan Logistik bersama Kerajaan Hashemite Yordania.

Pada tanggal 22 Januari 2026 di Davos, Danantara Indonesia dan Kementerian Investasi Kerajaan Hashemite Yordania menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja untuk memperkuat investasi lintas negara. 

Perjanjian yang resmi ditandatangani di Indonesia Pavilion ini membuka jalan bagi kemitraan investasi di sektor-sektor strategis, termasuk energi, infrastruktur, dan logistik transnasional.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pidato saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Aria Cindyara/bay/tom]

Kerangka ini memberikan landasan bagi kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek yang meningkatkan konektivitas, mempromosikan pembangunan berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang di kedua negara.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menekankan komitmen Danantara Indonesia untuk memfasilitasi dialog produktif dan kemitraan yang berdampak di World Economic Forum.

"Kemitraan seperti yang terjadi hari ini dengan Kerajaan Hashemite Yordania merupakan salah satu alasan utama kami hadir di Davos, menegaskan pentingnya menempatkan Indonesia di panggung global. Kami optimistis bahwa kerangka kerja awal ini akan memperkuat hubungan antara Indonesia dan Kerajaan Hashemite Yordania, mengubah visi bersama kami menjadi investasi yang akan menciptakan dampak ekonomi nyata bagi kedua belah pihak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).

Sementara, Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh, menilai penandatanganan perjanjian kerangka kerja di Davos ini mencerminkan visi modernisasi ekonomi Yordania yang berorientasi ke masa depan serta komitmen negara tersebut untuk memperluas kerja sama strategis dan kemitraan jangka panjang dengan institusi global terkemuka. 

Ia mengatakan bahwa kolaborasi dengan Danantara Indonesia membuka peluang baru bagi investasi lintas negara di sektor-sektor prioritas, memperkuat konektivitas dan perekonomian kedua belah pihak, serta mendukung pengembangan proyek-proyek yang skalabel dan berdampak.

Menurutnya, perjanjian ini merupakan langkah penting dalam memobilisasi modal, mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan menghasilkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi Yordania dan Indonesia.

Baca Juga: Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta

Setelah penandatanganan ini, kedua pihak berencana untuk menjajaki lebih lanjut peluang investasi di sektor-sektor tersebut dan akan mengumumkan rinciannya pada waktunya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Load More