- BPI Danantara dan Kerajaan Hashemite Yordania sepakat investasi di Energi, Infrastruktur, dan Logistik.
- Perjanjian Kerangka Kerja ditandatangani 22 Januari 2026 di Davos pada Indonesia Pavilion.
- Kemitraan ini bertujuan memperkuat konektivitas, pembangunan berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memboyong banyak proyek dari World Economic Forum (WEF). Salah satunya, berencana menggarap proyek di sektor Energi, Infrastruktur, dan Logistik bersama Kerajaan Hashemite Yordania.
Pada tanggal 22 Januari 2026 di Davos, Danantara Indonesia dan Kementerian Investasi Kerajaan Hashemite Yordania menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja untuk memperkuat investasi lintas negara.
Perjanjian yang resmi ditandatangani di Indonesia Pavilion ini membuka jalan bagi kemitraan investasi di sektor-sektor strategis, termasuk energi, infrastruktur, dan logistik transnasional.
Kerangka ini memberikan landasan bagi kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek yang meningkatkan konektivitas, mempromosikan pembangunan berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang di kedua negara.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menekankan komitmen Danantara Indonesia untuk memfasilitasi dialog produktif dan kemitraan yang berdampak di World Economic Forum.
"Kemitraan seperti yang terjadi hari ini dengan Kerajaan Hashemite Yordania merupakan salah satu alasan utama kami hadir di Davos, menegaskan pentingnya menempatkan Indonesia di panggung global. Kami optimistis bahwa kerangka kerja awal ini akan memperkuat hubungan antara Indonesia dan Kerajaan Hashemite Yordania, mengubah visi bersama kami menjadi investasi yang akan menciptakan dampak ekonomi nyata bagi kedua belah pihak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Sementara, Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh, menilai penandatanganan perjanjian kerangka kerja di Davos ini mencerminkan visi modernisasi ekonomi Yordania yang berorientasi ke masa depan serta komitmen negara tersebut untuk memperluas kerja sama strategis dan kemitraan jangka panjang dengan institusi global terkemuka.
Ia mengatakan bahwa kolaborasi dengan Danantara Indonesia membuka peluang baru bagi investasi lintas negara di sektor-sektor prioritas, memperkuat konektivitas dan perekonomian kedua belah pihak, serta mendukung pengembangan proyek-proyek yang skalabel dan berdampak.
Menurutnya, perjanjian ini merupakan langkah penting dalam memobilisasi modal, mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan menghasilkan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi Yordania dan Indonesia.
Baca Juga: Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Setelah penandatanganan ini, kedua pihak berencana untuk menjajaki lebih lanjut peluang investasi di sektor-sektor tersebut dan akan mengumumkan rinciannya pada waktunya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'
-
Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah
-
PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!
-
MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur
-
Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara
-
Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!
-
Airlangga Klaim Risiko Resesi Indonesia Cuma 5 Persen, Lebih Aman dari AS-Kanada-Jepang
-
Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham
-
Harga Emas Diprediksi Menguat ke US$ 5.000, Pantau Logam Mulia Antam Terkini