Bisnis / Makro
Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:35 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
Baca 10 detik
  • Moody's pada 5 Februari 2026 mempertahankan rating Indonesia Baa2, namun mengubah outlook menjadi negatif karena risiko ketidakpastian kebijakan.
  • Afirmasi rating didukung pertumbuhan ekonomi solid, sumber daya alam, dan kebijakan fiskal prudent yang menjaga stabilitas makroekonomi.
  • BI menegaskan fundamental ekonomi tetap kuat, ditunjukkan oleh pertumbuhan 5,1% sepanjang 2025 serta cadangan devisa yang memadai.

Pertumbuhan ekonomi pada 2026  diproyeksikan berada di kisaran 4,9–5,7 persen didorong oleh penguatan permintaan domestik dan dampak positif bauran kebijakan BI. 

Pada 2027, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat ke kisaran 5,1–5,9 persen dengan inflasi yang tetap terkendali.

Dari sisi eksternal, ketahanan perekonomian Indonesia juga dinilai tetap kuat. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terjaga sehat, ditopang oleh surplus neraca perdagangan. 

Pada Desember 2025, neraca perdagangan mencatat surplus 2,51 miliar dolar AS, didukung ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam dan manufaktur. 

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat menjadi 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor, dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Bank Indonesia menegaskan, akan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. 

"Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi erat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Program Asta Cita Pemerintah, serta penguatan koordinasi dan komunikasi kebijakan untuk menjaga kepercayaan pasar," tandasnya.

Load More