- DPR RI resmi menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Rapat Paripurna ke-12 hari ini.
- Komisi XI DPR RI menetapkan Thomas, keponakan Presiden Prabowo, usai uji kelayakan dan kepatutan hari Senin (26/1/2026).
- Thomas menggantikan Yuda Agung yang mengundurkan diri dan dinilai figur profesional yang diterima semua fraksi.
Suara.com - DPR RI secara resmi menyetujui nama Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia atau BI. Hal itu disepakati dalam Rapat Paripurna ke-12 yang digelar DPR RI hari ini.
Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu sebelumnya telah setujui oleh Komisi XI DPR RI usai melewati fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan yang digelar.
Pengambilan keputusan kemudian diambil oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa selaku pimpinan Rapat Paripurna.
"Sekarang perkenankan kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?," tanya Saan dalam rapat.
"Setuju," jawab kompak anggota dewan yang hadir.
Usai disetujui, Thomas lantas diperkenalkan di depan anggota dewan dalam ruang rapat paripurna DPR RI.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih untuk menggantikan Yuda Agung yang mengundurkan diri.
Keputusan ini diambil secara musyawarah mufakat oleh seluruh fraksi dalam rapat pleno internal yang digelar usai uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (26/1/2026).
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa seluruh delapan kelompok fraksi (poksi) hadir lengkap dan memberikan persetujuan tanpa catatan atau keberatan sama sekali.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Apa yang Terjadi saat Independensi Bank Sentral Hilang?
"Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat, dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI, bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, pengganti Bapak Yuda Agung yang mengundurkan diri, adalah Bapak Thomas A.M. Djiwandono," ujar Misbakhun.
Ia menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan berlangsung sekitar 30 menit. Thomas dinilai sebagai figur yang dapat diterima oleh semua partai politik dan menunjukkan kapasitas profesional yang mumpuni, terutama dalam memaparkan pentingnya harmonisasi kebijakan.
"Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, sehingga memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi itu seperti apa," jelasnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai hubungan kekeluargaan Thomas dengan Presiden Prabowo Subianto, Misbakhun menegaskan bahwa mekanisme kerja di Bank Indonesia bersifat kolektif kolegial, sehingga kebijakan tidak ditentukan oleh individu secara tunggal.
Ia juga memuji komitmen profesionalisme yang ditunjukkan Thomas dalam pernyataan penutupnya.
"Bahwa fakta Pak Thomas keponakan, itu iya. Tapi dia tadi sangat profesional menjelaskan tentang bagaimana kebijakan-kebijakan itu diambil dalam sebuah proses, sehingga kalau menurut saya isu itu bisa dikesampingkan. Profesionalisme menjadi salah satu hal yang kuat yang ingin beliau jaga," tegasnya.
Berita Terkait
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Apa yang Terjadi saat Independensi Bank Sentral Hilang?
-
Harapan Purbaya ke Ponakan Prabowo Setelah Resmi Masuk BI, Bantah Fiskal Kuasai Moneter
-
DPR Gelar Rapat Paripurna Hari Ini, Keponakan Prabowo Bakal Disahkan Jadi Deputi Gubernur BI
-
74 Miliar Total Hartanya, Ini 3 Kendaraan Deputi BI Baru Thomas Djiwandono, Harga Mulai Rp800 Juta
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Rupiah Anjlok Lagi
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
BGN Persilakan Publik Unggah Menu MBG ke Medsos, Kritik Justru Dibutuhkan untuk Pengawasan
-
Bertambah jadi 2.493 WNI, KBRI Phnom Penh Percepat Proses Kepulangan Lewat Paspor Darurat
-
DPR Resmi Setujui 9 Anggota Ombudsman RI Baru Periode 2026-2031, Ini Daftarnya
-
Reza Arap Diperiksa 5 Jam Terkait Kematian Lula Lahfah, Polisi Cecar 30 Pertanyaan, Apa Saja?
-
Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan
-
Garap Kali Cakung Lama, Pramono Anung Bakal Relokasi Rumah Warga Demi Jalan Inspeksi
-
Atasi Banjir Jakarta Utara, Pramono Anung Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung 2027
-
Gantikan Adies, Sari Yuliati Ditetapkan Jadi Wakil Ketua DPR RI dari Golkar
-
Terpilih Jadi Hakim MK, DPR Proses Pemberhentian Adies Kadir dari Kursi Wakil Ketua
-
Jadi Saksi, Rocky Gerung Sebut Jokowi Kewalahan Hadapi Isu Ijazah Palsu