- IHSG dibuka melemah pada Selasa, 10 Februari 2026, tetapi kemudian berbalik menguat 0,29% ke level 8.055 pagi itu.
- Samuel Sekuritas memproyeksikan pelemahan IHSG hari itu karena adanya sentimen negatif dari pasar regional Asia.
- Pada perdagangan pagi itu, tercatat 322 saham menguat, 189 saham melemah, dan transaksi mencapai Rp 1,22 triliun.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah di awal perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. IHSG Dibuka melemah ke leve 8.031.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG berbalik melonjak 0,29 persen ke level 8.055.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,03 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,22 triliun, serta frekuensi sebanyak 155.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 322 saham bergerak naik, sedangkan 189 saham mengalami penurunan, dan 447 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, IFSH, LINK, ALKA, NZIA, RLCO, PURI, LRNA, KOCI, LUCY, GRPM, MGLV.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ZONE, SKBM, CBRE., GOLD, MTMH, AEGS, SOTS, SMKL, FLMC, TIFA, CHEM.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Selasa, seiring sentimen negatif yang datang dari pasar regional. Proyeksi tersebut disampaikan Samuel Sekuritas dalam riset Morning Market Update edisi 10 Februari 2026.
Samuel Sekuritas menilai tekanan dari bursa Asia berpotensi membayangi pergerakan IHSG, meskipun pasar saham global, khususnya Amerika Serikat, ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float
"Untuk hari ini, kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen negatif dari pasar regional," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya.
Pada perdagangan Senin (9/2), indeks saham AS ditutup di zona hijau. Dow Jones menguat tipis 0,04 persen, S&P 500 naik 0,47 persen, dan Nasdaq melonjak 0,90 persen. Penguatan tersebut dipimpin oleh saham-saham teknologi, sekaligus mendorong Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru.
Samuel Sekuritas mencatat reli di Wall Street terjadi jelang rilis sejumlah data ekonomi utama dan berlanjutnya musim laporan kinerja emiten, setelah pasar sempat diliputi volatilitas pada pekan sebelumnya.
Dari pasar obligasi, yield US Treasury tenor 10 tahun tercatat turun 0,5 basis poin ke level 4,20 persen. Di sisi lain, indeks dolar AS (USD Index) melemah 0,79 persen ke level 96,86, yang mencerminkan berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven dolar.
Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya tercatat menguat 1,2 persen ke level 8.032. Namun, Samuel Sekuritas menilai penguatan tersebut berpotensi tertahan seiring tekanan dari sentimen eksternal kawasan Asia.
Dari sisi aliran dana asing, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih pada saham ANTM, BUVA, dan DEWA. Sementara itu, saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI justru menjadi sasaran aksi jual bersih, bersama dengan saham BUMI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah
-
GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen