- Mayoritas bursa Asia tutup memperingati libur Tahun Baru Imlek 2026.
- Indeks Nikkei Jepang turun 0,57% akibat ketidakpastian kebijakan moneter PM Takaichi.
- Bursa Australia (ASX 200) dan India menguat tipis di tengah pasar yang fluktuatif.
Suara.com - Mayoritas pasar modal di kawasan Asia terpantau sepi peminat pada perdagangan Selasa (17/2/2026). Minimnya volume transaksi ini terjadi seiring tutupnya sejumlah bursa utama di Asia untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577, termasuk Indonesia.
Mengutip data Bloomberg, aktivitas perdagangan di China Daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, hingga Korea Selatan berhenti sementara. Praktis, hanya bursa Jepang, Australia, dan India yang masih mengibarkan bendera perdagangan di hari pertama memasuki Shio Kuda Api ini.
Di tengah suasana libur panjang, indeks Nikkei 225 Jepang justru tampil kurang bergairah. Indeks acuan Negeri Sakura tersebut merosot 317,65 poin atau 0,57 persen ke level 56.477,65.
Aksi jual ini dipicu oleh sikap hati-hati (wait and see) para investor pasca pertemuan rutin antara Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pasalnya, dalam pertemuan tersebut, PM Takaichi dilaporkan tidak mengajukan permintaan khusus terkait arah kebijakan moneter.
Kondisi ini membuat para ekonom berspekulasi. Pasar kini tengah menakar apakah pemerintahan Takaichi akan menekan BOJ untuk memperlambat kenaikan suku bunga demi menjaga pertumbuhan, atau justru mendorong langkah agresif demi menyelamatkan nilai tukar Yen.
Berbanding terbalik dengan Jepang, bursa Australia justru tampil perkasa. Indeks ASX 200 berhasil menguat 53,71 poin atau 0,60 persen ke level 8.990,80. Setali tiga uang, pasar modal India juga merangkak naik tipis 0,03 persen ke posisi 8.330,4.
Meskipun bergerak fluktuatif di awal tahun baru lunar, pergerakan pasar hari ini cenderung terbatas mengingat absennya likuiditas dari raksasa ekonomi Asia seperti China dan Singapura.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat
-
Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
-
Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?
-
CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis
-
Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS
-
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952
-
Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram