- Menkeu Purbaya meminta Bappenas mempercepat penyaluran anggaran pemulihan bencana banjir Sumatra kepada K/L terkait.
- Prosedur pencairan dana tambahan melibatkan K/L, Bappenas, Satgas Bencana pimpinan Mendagri, lalu Kemenkeu.
- Dasco menyebut Bappenas terkendala perbaikan data, namun Menkeu menyarankan keputusan diambil dahulu meski data belum sempurna.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN/Bappenas) agar bekerja lebih cepat dalam menyalurkan anggaran pemulihan bencana banjir Sumatra.
Hal ini bermula dari ketika Menkeu Purbaya merespons permintaan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin soal tambahan anggaran untuk rehabilitasi rumah tangga kesehatan dan perbaikan fasilitas kesehatan di tiga wilayah terdampak bencana yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat.
Ia menerangkan kalau hal tambahan anggaran ini bisa diusulkan oleh Kementerian/Lembaga (K/L). Prosedurnya nanti melewati KemenPPN/Bappenas, lalu Satgas Bencana yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, baru diteruskan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Sebetulnya ini bisa masuk ke usulan anggaran belanja tambahan kementerian lembaga untuk tim Satgas Bencana. Jadi tinggal masukin ke sana saja. Prosedurnya seperti itu, ke Bappenas, ke tim Satgas, ya sudah keluar," katanya dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah yang disiarkan virtual, Rabu (18/2/2026).
Bendahara Negara menerangkan kalau alokasi dana untuk Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra mencapai Rp 50-60 triliun. Dana itu pun masih tersisa banyak karena anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dikenakan skema lintas tahun (multi years).
"Kalau kita lihat dana yang kita alokasikan di awal itu, Rp 50 sampai 60 triliun itu, masih tersisa banyak. Apalagi kita lihat PU dibagi empat tahun pencairan. Jadi untuk tahun ini sih aman. Tinggal ikuti prosedur yang ada," lanjutnya.
Maka dari itu, Purbaya menyarankan Kementerian/Lembaga untuk melakukan prosedur tersebut jika memang ada usulan dana. Ia juga meminta Bappenas untuk kerja lebih cepat.
"Jadi untuk semua kementerian lembaga sama prosedurnya. Masuk ke satgas saja, yang tentunya nanti katanya mesti diatur oleh Bappenas. Jadi kalau bisa pak, Bappenasnya diketok-ketok sedikit biar kerja lebih cepat. Kalau saya sih tinggal bayar," tegasnya.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kemudian langsung mengkonfirmasi hal ini ke Bappenas. Dalam pesan yang diterima, ia menyebut bahwa Bappenas tidak mempersulit, tapi data perlu diperbaiki.
Baca Juga: Purbaya Gelontorkan Rp 75 Triliun Pulihkan Banjir Sumatra, Cair Bertahap 3 Tahun
"Ini saya baru dapat WA (WhatsApp), Bappenas tidak mempersulit. Cuma masalahnya kadang-kadang, menurut Bappenas, itu data yang masuk, menurut Bappenas, itu harus diperbaiki," kata Dasco.
"Ini di-WA, kita bukan enggak mau, tapi datanya," lanjut dia.
Purbaya kembali menyarankan apabila masalahnya di basis data, sebaiknya tetap diambil keputusan. Setelahnya nanti bisa disempurnakan.
"Bahwa masalahnya di database, enggak sempurna katanya. Kalau kita tunggu sampai sempurna, pasti enggak akan sempurna-sempurna pak. Mestinya diambil keputusan. Sekian puluh persen hajar saja, nanti sisanya disempurnakan. Kita enggak mungkin dapat data yang sempurna. Itu masukan dari saya," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Gelontorkan Rp 75 Triliun Pulihkan Banjir Sumatra, Cair Bertahap 3 Tahun
-
Update Pascabencana Sumatra, Menkes: 8.850 Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Butuh Renovasi Segera
-
Purbaya Tambah Anggaran TKD Rp 10,65 Triliun ke Aceh, Sumut, Sumbar
-
Mendagri Ungkap Data Pascabencana: 29 Desa Hilang Diterjang Banjir dan Longsor di Sumatra
-
Prabowo Berikan Bantuan Sapi Rp72,7 Miliar untuk Tradisi Meugang di Aceh
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange