- Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat kargo BBM Pelita Air registrasi PK-PAA jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara.
- Pesawat Air Tractor AT-802 tersebut telah menyelesaikan pemeriksaan rutin 100 dan 200 jam pada 11 Februari 2026.
- Pilot pesawat dilaporkan meninggal dunia setelah mengirimkan sinyal ELT saat penerbangan rute Long Bawan menuju Tarakan.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, pesawat kargo pengangkut BBM Pelita Air selalu melakukan pemeriksaan rutin sebelum terbang.
Berdasarkan data Kemenhub, telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026.
"Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Adapun, pesawat itu berjenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494, yang dioperasikan oleh Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan – Tarakan.
Secara kronologi, pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).
Pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA), namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.
Atas insiden itu, dikonfirmasi bahwa, pilot pesawat kargo pengangkut BBM Maskapai Pelita Air meninggal dunia. Pesawat tersebut jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara, setelah mengantar BBM satu harga.
"Berdasarkan data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut 1 (satu) orang crew yaitu pilot saat ini masih dalam penyelidikan. Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia," imbuh Lukman.
Baca Juga: Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Meninggal Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
Terkini
-
Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Meninggal Dunia
-
Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Diketok, Ini Kata Pengamat
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun
-
Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban
-
Prabowo Klaim Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp600 Triliun dari AS
-
Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan, Bawa BBM dan Hanya Diawaki Satu Pilot
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
-
Daya Saing Pariwisata RI Lemah? SDM Harus Adaptif dan Melek Digital!
-
Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Tembus Rp 9.637 Triliun
-
UU APBN 2026 Digugat Gegara MBG, Purbaya: Kalau Lemah Pasti Kalah