- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung pasar untuk memverifikasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di podcast Denny Sumargo.
- Pemerintah memantau mobilitas serta aktivitas belanja masyarakat di berbagai kota besar melalui peninjauan langsung di lapangan.
- Hasil pengamatan menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dan dipastikan jauh dari ancaman krisis ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau dirinya kerap kali terjun langsung untuk mengecek kondisi pasar. Hal itu dilakukan untuk membuktikan apakah kondisi ekonomi RI benar-benar melemah.
Jawaban Menkeu Purbaya ini dilontarkan di podcast Curhat Bang Denny Sumargo. Respons tersebut muncul saat ia ditanya apakah pertumbuhan ekonomi 5,61 persen benar-benar berdampak ke kalangan masyarakat bawah.
"Saya juga coba melihat keadaan sebetulnya di pasar seperti apa sih. Saya kan sering jalan-jalan tuh ke pasar-pasar. Bagus juga. Terus kalau kita jalan Sabtu-Minggu aja di mana-mana saja masih macet, pada belanja kan," katanya, dikutip Senin (6/7/2026).
Bendahara Negara mengakui kalau dirinya tak bisa mengecek semua kondisi pasar yang ada di Indonesia. Makanya ia mengambil beberapa titik dan turut melibatkan anak buahnya untuk mengecek langsung kondisi pasar tersebut.
"Jadi saya ambil titik-titik yang ini, dan saya sebar anak buah saya juga. Saya suruh lihat gimana keadaan sih, masih ramai enggak? Masih ramai," umbarnya.
"Jogja macet, Surabaya macet, pasar yang di sini macet, ini macet, gitu. Dari HP-nya dia," lanjutnya lagi.
Purbaya tak menampik kalau saat ini memang kondisi ekonomi belum sebagus yang diharapkan. Namun setidaknya ia menyimpulkan kalau RI sedang menuju kondisi krisis ekonomi.
"Tapi kita tidak sedang menuju krisis. Jauh dari krisis ekonomi, belum melambat," tegas Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan
Berita Terkait
-
Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Catat 608 Ribu Laporan Penipuan Keuangan, Korban Diperkirakan Jauh Lebih Banyak
-
Harga Pangan Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp80.050/Kg
-
Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan
-
Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?
-
IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli
-
IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut
-
RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut
-
Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK