- Harga emas Antam 1 gram pada 19 Februari 2026 mencapai Rp2.916.000, naik tipis dari hari sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam juga meningkat Rp5.000 menjadi Rp2.694.000 per gram, belum termasuk PPh.
- Harga emas dunia naik karena ketegangan geopolitik AS-Iran mendorong investor mencari aset aman (XAU/USD).
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 19 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.916.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu perlahan naik Rp 4.000 dibandingkan hari Rabu, 18 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.694.000 per gram.
Harga buyback itu juga juga melonjak Rp 5.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.511.770
- Emas 1 Gram Rp 2.923.920
- Emas 2 gram Rp 5.786.430
- Emas 3 gram Rp 8.654.583
- Emas 5 gram Rp 14.390.888
- Emas 10 gram Rp 28.726.638
- Emas 25 gram Rp 71.690.780
- Emas 50 gram Rp 143.302.363
- Emas 100 gram Rp 286.526.530
- Emas 250 gram Rp 716.050.913
- Emas 500 gram Rp 1.431.890.800
- Emas 1.000 gram Rp 2.863.74.500
Harga Emas Dunia Mulai Naik
Harga emas dunia bertahan di zona positif pada awal perdagangan Asia, Kamis. Logam mulia dengan kode XAU/USD diperdagangkan di sekitar USD 4.985 per troy ounce, didorong meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik.
Mengutip laporan FXStreet, penguatan emas terjadi seiring pergeseran sentimen global setelah pernyataan pejabat tinggi Amerika Serikat terkait Iran. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran gagal mengakui tuntutan utama Washington dalam pembicaraan.
Baca Juga: Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun Lagi, Harganya Makin Murah
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump disebut berhak menggunakan kekuatan jika diplomasi tidak mampu menghentikan program nuklir Teheran. Washington juga dikabarkan memberi waktu dua minggu bagi Iran untuk menjembatani perbedaan yang ada.
Meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong investor memburu aset safe haven tradisional seperti emas. Dalam situasi geopolitik yang memanas, emas kerap menjadi instrumen lindung nilai dari ketidakpastian.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk Klaim Pengangguran Awal, Penjualan Rumah Tertunda, serta pernyataan lanjutan dari pejabat Federal Reserve pada Kamis waktu setempat.
Likuiditas pasar dilaporkan relatif rendah karena libur di sejumlah wilayah utama. Analis di BMO Capital Markets menilai periode liburan kerap memicu penurunan harga emas jangka pendek, yang justru membuka peluang beli di harga lebih murah.
Namun, kenaikan harga emas berpotensi tertahan oleh penguatan dolar AS. Permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam meningkat setelah risalah rapat Januari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan perubahan nada kebijakan.
Beberapa pejabat The Fed mengindikasikan bahwa bank sentral AS mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Kondisi ini membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya