- Harga emas Antam per gram pada Jumat, 23 Februari 2026, tercatat Rp 3.028.000, naik Rp 16.000 dari Sabtu sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam juga meningkat Rp 20.000 menjadi Rp 2.813.000 per gram, belum termasuk pajak PPh.
- Harga emas dunia menguat karena kebijakan tarif impor Amerika Serikat memicu investor mencari aset lindung nilai.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 23 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.028.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu melonjak tinggi Rp 16.000 dibandingkan hari Sabtu, 21 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.813.000 per gram.
Harga buyback itu juga juga melompat Rp 20.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.567.910
- Emas 1 Gram Rp 3.035.570
- Emas 2 gram Rp 6.010.990
- Emas 3 gram Rp 8.991.423
- Emas 5 gram Rp 14.915.238
- Emas 10 gram Rp 29.849.438
- Emas 25 gram Rp 74.497.780
- Emas 50 gram Rp 148.916.363
- Emas 100 gram Rp 297.754.530
- Emas 250 gram Rp 744.120.663
- Emas 500 gram Rp 1.488.038.800
- Emas 1.000 gram Rp 2.976.021.500
Harga Emas Dunia Meroket
Harga emas dunia mengawali pekan ini dengan penguatan tipis di tengah memanasnya kembali tensi kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Mengutip FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) naik mendekati USD 5.095 pada awal sesi Asia, Senin.
Penguatan logam mulia ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menggulirkan kebijakan tarif impor. Kondisi tersebut mendorong investor global memburu aset safe haven seperti emas.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Rp3 Jutaan Masih Bisa Menguat?
Sebelumnya, Mahkamah Agung AS pada Jumat membatalkan tarif Trump dan menyatakannya ilegal. Namun dalam hitungan jam, Trump merespons dengan menggunakan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan 1974 untuk memberlakukan tarif impor global sebesar 10 persen, sebelum kemudian dinaikkan menjadi 15 persen.
Tak hanya itu, Trump juga menegaskan bahwa seluruh tarif keamanan nasional berdasarkan Pasal 232 serta tarif Pasal 301 tetap berlaku penuh. Langkah tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global.
Analis menilai, risiko dan ketidakpastian akibat kebijakan tarif tersebut berpotensi menopang harga emas dalam jangka pendek. Emas secara tradisional menjadi instrumen lindung nilai ketika ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat.
Meski demikian, kenaikan harga emas berpotensi terbatas. Pasalnya, pasar juga mencermati peluang negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat meredakan ketegangan geopolitik.
Menteri Luar Negeri Oman pada Minggu menyampaikan bahwa putaran pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Jenewa. Sinyal diplomasi ini memberi harapan akan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah.
Namun di sisi lain, Trump sempat memperingatkan bahwa serangan terbatas terhadap Iran mungkin saja terjadi. Sementara pejabat Iran sebelumnya menyebut Teheran memperkirakan kesepakatan potensial dapat tercapai dalam beberapa hari ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?
-
IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I
-
Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik
-
BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor
-
BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik
-
Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET
-
Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik
-
Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat
-
Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik