Suara.com - Bagi Anda yang berkecimpung di dunia otomotif atau investasi saham, nama PT Indospring Tbk (kode saham: INDS) tentu sudah tidak asing lagi.
Perusahaan yang berbasis di Gresik, Jawa Timur ini merupakan salah satu pemain kunci dalam industri komponen otomotif di Asia Tenggara, khususnya dalam pembuatan pegas (spring) kendaraan.
Sejarah Singkat dan Perjalanan Bisnis
Didirikan pada 5 Mei 1978, Indospring memulai langkahnya sebagai produsen pegas dengan lisensi teknologi dari Jepang, yaitu Mitsubishi Steel Manufacturing.
Hubungan teknologi ini memastikan produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas internasional yang sangat ketat.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini terus berkembang hingga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1990.
Saat ini, Indospring dikenal sebagai produsen pegas terbesar di Indonesia yang memasok komponen untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, baik untuk pasar domestik maupun ekspor ke berbagai negara.
Produk Utama
Fokus utama bisnis Indospring adalah memproduksi dua jenis pegas utama yang menjadi jantung sistem suspensi kendaraan:
Baca Juga: Terbukti Goreng Saham, OJK Beri Sanksi Denda Rp 5,7 Miliar ke Influencer Pasar Modal
- Leaf Spring (Pegas Daun): Biasanya digunakan pada kendaraan niaga berat seperti truk dan bus.
- Coil Spring (Pegas Keong): Banyak digunakan pada mobil penumpang dan sepeda motor untuk kenyamanan berkendara.
Siapa di Balik Layar? Pemilik dan Pemegang Saham
Memahami siapa pemilik sebuah perusahaan besar sangat penting bagi calon investor. Indospring merupakan bagian dari Indoprima Group, sebuah konglomerasi otomotif besar di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru hingga awal tahun 2026, struktur kepemilikan saham PT Indospring Tbk adalah sebagai berikut:
- PT Indoprima Gemilang: 88,11% (Pemegang Saham Pengendali).
- Masyarakat/Publik: 11,53% (Investor Retail & Institusi)
- Wiranto Nurhadi: 0,41% (Pemilik Manfaat Akhir/Ultimate Owner)
Sosok Kunci: Wiranto Nurhadi
Sosok utama di balik kesuksesan Indospring adalah Wiranto Nurhadi. Beliau bersama keluarganya (termasuk Widjijono Nurhadi) diakui sebagai Ultimate Beneficial Owner atau pemilik manfaat akhir dari perusahaan ini.
Di bawah kepemimpinan keluarga Nurhadi, Indospring berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar meski industri otomotif sering kali mengalami fluktuasi ekonomi.
Berita Terkait
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
IHSG Meroket di Awal Pekan ke Level 8.300, 484 Saham Cuan
-
Peta Baru Industri EV: BEI Jadi Gelanggang Adu Kuat Raksasa Nikel Global
-
7 Fakta Penting di Balik Proses Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
-
IHSG Menghijau 1,35% di Sesi I, 480 Saham Melesat
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja