- Ratusan buruh PT Karunia Alam Segar terhindar dari PHK massal menjelang Idul Fitri berkat intervensi DPR.
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengoordinasikan manajemen perusahaan untuk menghentikan seluruh proses PHK yang sedang berlangsung.
- Manajemen Mie Sedaap telah berkomitmen tidak melanjutkan PHK ke depan, dinilai DPR sebagai kemenangan dialog industrial.
Suara.com - Ratusan buruh PT Karunia Alam Segar yang memproduksi Mie Sedaap, sempat dibayangi ketidakpastian kerja menjelang libur Idul Fitri 1447H tahun ini, akibat gelombang PHK massal.
Namun, setelah intervensi DPR melalui Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, pemecatan tersebut dipastikan tak bakal terjadi.
Langkah cepat Dasco ini diambil menyusul adanya laporan dan aspirasi dari para pekerja yang terdampak.
Dalam koordinasi terbaru antara pihak legislatif dan manajemen perusahaan, dicapai kesepakatan krusial: PT Karunia Alam Segar berkomitmen untuk segera menghentikan seluruh proses PHK yang sedang berjalan.
Langkah Cepat DPR RI Merespons Aspirasi Pekerja
Dasco menegaskan, DPR RI tidak tinggal diam melihat kondisi para pekerja yang terancam kehilangan mata pencaharian, terutama di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Menurutnya, koordinasi dengan pihak manajemen produsen Mie Sedaap telah membuahkan hasil positif yang diharapkan mampu menenangkan suasana di internal perusahaan.
"Kami menerima aspirasi dari pekerja Mie Sedaap. Lalu, kami berkoordinasi dengan pihak manajemen. Hasilnya, mereka segera menyetop PHK dan janji tak akan ada lagi PHK ke depan," kata Dasco, Selasa (24/2/2026).
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi ribuan buruh yang menggantungkan hidupnya di pabrik tersebut.
Baca Juga: Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
Komitmen dari manajemen untuk tidak lagi melanjutkan langkah PHK dianggap sebagai kemenangan bagi dialog industrial yang sehat antara pekerja, pemerintah (melalui legislatif), dan pihak swasta.
Sorotan Tajam Terhadap PHK di Bulan Ramadan
Hal yang paling disayangkan oleh Dasco adalah momentum pengambilan keputusan PHK tersebut.
Melakukan pemecatan massal di tengah bulan suci Ramadan dianggap sebagai langkah yang kurang bijak dan tidak empatik.
Bagi masyarakat Indonesia, Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri adalah waktu di mana beban kebutuhan ekonomi biasanya meningkat, sehingga stabilitas pekerjaan menjadi sangat krusial.
Dasco menilai, seharusnya perusahaan memiliki sensitivitas sosial yang lebih tinggi dalam mengambil kebijakan strategis yang berdampak pada hajat hidup orang banyak.
Berita Terkait
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Update RUU Perampasan Aset, Dasco: Komisi III Sedang Belanja Masalah dan Susun Draf RUU
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar
-
ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit
-
ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana
-
Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker
-
Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja
-
Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja
-
Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
-
Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026