Bisnis / Makro
Selasa, 03 Maret 2026 | 07:50 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia memperkuat pengendalian inflasi menjelang Idulfitri melalui penyaluran kredit pangan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
  • BI menargetkan inflasi 2026 berada dalam kisaran 2,5±1 persen dengan fokus pada strategi 4K menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
  • Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen didukung konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah, serta pertumbuhan kredit 9,96 persen.

"Stabilitas inflasi juga memberikan ruang bagi sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan. Kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen (yoy) dan diprakirakan berada dalam kisaran 8–12 persen sepanjang 2026," katanya.

Bank Indonesia

Untuk memperkuat pembiayaan sektor prioritas, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan total insentif yang diterima perbankan mencapai Rp427,5 triliun hingga awal Februari 2026.

Insentif tersebut diarahkan ke sektor pertanian, industri dan hilirisasi, jasa, konstruksi dan perumahan, serta UMKM guna memperkuat kapasitas produksi dan pasokan domestik.

Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI), Akhmat Purwakajaya, menyatakan komitmen perbankan untuk memperkuat pembiayaan ke sektor pangan dan UMKM.

Hal senada disampaikan ekonom senior CORE Indonesia, Hendri Saparini, yang menilai penguatan produksi domestik dan pembiayaan sektor pangan penting agar tekanan musiman tidak mengganggu daya beli dan momentum pertumbuhan.

Ke depan, BI memastikan stabilitas nilai tukar rupiah dan kecukupan likuiditas tetap terjaga, sekaligus memperkuat transmisi suku bunga kebijakan ke sektor riil.

Melalui bauran kebijakan dan koordinasi dengan Pemerintah serta pemangku kepentingan, pengendalian inflasi dan penguatan kredit sektor prioritas diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Load More