Bisnis / Makro
Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:55 WIB
Pesawat Kargo Pengangkut BBM milik Pelita Air. [Dokumentasi Pelita Air].
Baca 10 detik
  • Pilot Pelita Air gugur usai salurkan BBM Satu Harga di pelosok Kaltara.
  • Insiden Air Tractor AT-802 soroti tantangan distribusi BBM di wilayah 3T.
  • Komut Pertamina koordinasi intensif dengan Polri pastikan evakuasi sesuai prosedur.

Suara.com - Sektor distribusi energi nasional berduka. Capt. Hendrick Lodewyck Adam, pilot pesawat charter Air Tractor AT-802 milik PT Pelita Air Service, gugur dalam tugas mulia memastikan roda ekonomi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) tetap berputar.

Musibah ini menjadi pengingat betapa tingginya "biaya" dan risiko dalam mewujudkan keadilan energi melalui program BBM Satu Harga. Pesawat kargo khusus bernomor registrasi PK-PAA tersebut mengalami kecelakaan di Pa’ Betung, Krayan Timur, Nunukan, Kamis (19/2/2026), sesaat setelah menyelesaikan misi distribusi rutin ke Long Bawan, Kalimantan Utara.

Secara ekonomi, program BBM Satu Harga bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan tulang punggung konektivitas ekonomi wilayah pelosok. Pesawat Air Tractor AT-802 yang dioperasikan Pelita Air Service merupakan instrumen vital dalam rantai pasok (supply chain) Pertamina untuk menembus batas geografis yang tak terjangkau jalur darat.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa penanganan insiden ini menjadi prioritas tertinggi perusahaan. Pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.

"Kami turut berduka cita. Saya langsung melakukan koordinasi intensif dengan Kapolda Kaltara hingga Kapolres Nunukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa armada yang mengalami musibah adalah pesawat tahun produksi 2013 yang memang dikhususkan untuk angkutan logistik BBM ke daerah terpencil.

Kejadian ini menyoroti tantangan berat yang dihadapi Pertamina dan anak usahanya dalam menjalankan penugasan pemerintah. Di tengah upaya menjaga inflasi daerah melalui harga BBM yang seragam, aspek keselamatan penerbangan (aviation safety) menjadi variabel biaya nonsubsidi yang sangat krusial.

"Keselamatan dalam seluruh proses menjadi prioritas utama. Setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi," tambah Iriawan.

Jenazah Capt. Hendrick dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 16.00 WIB hari ini sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Bogor. Dedikasinya dalam menjaga denyut ekonomi di perbatasan Kalimantan Utara akan selalu tercatat sebagai bagian dari sejarah perjuangan kedaulatan energi nasional.

Baca Juga: Eks Pimpinan KPK Bingung Soal Dakwaan di Perkara Pertamina: Ini Apa Sih Esensinya?

Load More