- Pilot Pelita Air gugur usai salurkan BBM Satu Harga di pelosok Kaltara.
- Insiden Air Tractor AT-802 soroti tantangan distribusi BBM di wilayah 3T.
- Komut Pertamina koordinasi intensif dengan Polri pastikan evakuasi sesuai prosedur.
Suara.com - Sektor distribusi energi nasional berduka. Capt. Hendrick Lodewyck Adam, pilot pesawat charter Air Tractor AT-802 milik PT Pelita Air Service, gugur dalam tugas mulia memastikan roda ekonomi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) tetap berputar.
Musibah ini menjadi pengingat betapa tingginya "biaya" dan risiko dalam mewujudkan keadilan energi melalui program BBM Satu Harga. Pesawat kargo khusus bernomor registrasi PK-PAA tersebut mengalami kecelakaan di Pa’ Betung, Krayan Timur, Nunukan, Kamis (19/2/2026), sesaat setelah menyelesaikan misi distribusi rutin ke Long Bawan, Kalimantan Utara.
Secara ekonomi, program BBM Satu Harga bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan tulang punggung konektivitas ekonomi wilayah pelosok. Pesawat Air Tractor AT-802 yang dioperasikan Pelita Air Service merupakan instrumen vital dalam rantai pasok (supply chain) Pertamina untuk menembus batas geografis yang tak terjangkau jalur darat.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa penanganan insiden ini menjadi prioritas tertinggi perusahaan. Pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.
"Kami turut berduka cita. Saya langsung melakukan koordinasi intensif dengan Kapolda Kaltara hingga Kapolres Nunukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa armada yang mengalami musibah adalah pesawat tahun produksi 2013 yang memang dikhususkan untuk angkutan logistik BBM ke daerah terpencil.
Kejadian ini menyoroti tantangan berat yang dihadapi Pertamina dan anak usahanya dalam menjalankan penugasan pemerintah. Di tengah upaya menjaga inflasi daerah melalui harga BBM yang seragam, aspek keselamatan penerbangan (aviation safety) menjadi variabel biaya nonsubsidi yang sangat krusial.
"Keselamatan dalam seluruh proses menjadi prioritas utama. Setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi," tambah Iriawan.
Jenazah Capt. Hendrick dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 16.00 WIB hari ini sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Bogor. Dedikasinya dalam menjaga denyut ekonomi di perbatasan Kalimantan Utara akan selalu tercatat sebagai bagian dari sejarah perjuangan kedaulatan energi nasional.
Baca Juga: Eks Pimpinan KPK Bingung Soal Dakwaan di Perkara Pertamina: Ini Apa Sih Esensinya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera