Bisnis / Ekopol
Selasa, 03 Maret 2026 | 19:46 WIB
Ketua KSPSI Andi Gani Nena Wea (kiri), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dan Ketua KSBSI Elly Rosita Silaban (kanan), di kompleks DPR RI, Selasa (3/2/2026). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • KSPSI dan KSBSI mendukung Presiden Prabowo Subianto usai bertemu Wakil Ketua DPR RI di Senayan, Jakarta (3/3/2026).
  • Dukungan didasari rekam jejak keberpihakan Prabowo terhadap buruh, termasuk kehadirannya pada peringatan Hari Buruh Internasional.
  • Serikat buruh mengapresiasi komunikasi cair dan respons cepat Presiden terhadap aspirasi serta isu krusial kesejahteraan pekerja.

Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan Konfederasi Serikat Buruh Indonesia, KSPSI - KSBSI, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Komitmen dukungan tersebut diutarakan kedua pimpinan serikat buruh tersebut setelah melakukan pertemuan strategis dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (3/3/2026).

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menegaskan landasan utama dukungan ini adalah rekam jejak dan keberpihakan nyata yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo terhadap nasib para buruh.

Menurutnya, kepemimpinan Prabowo membawa harapan baru karena pendekatannya yang inklusif dan mau mendengar langsung aspirasi dari akar rumput.

"Kami, KSPSI dan KSBSI, tentu bersama KSPI Said Iqbal, menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo untuk tetap melaksanakan semua program prorakyat," kata Andi Gani.

Dia mengatakan, pernyataan dukungan ini bukan tanpa alasan. Salah satunya, kata dia, baru Presiden Prabowo lah yang mau hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

"Kehadiran itu akan dilanjutkan pada May Day tahun ini," kata dia.

Kehadiran Presiden dalam perayaan May Day, dianggap sebagai simbol pengakuan negara terhadap peran krusial kaum buruh dalam roda ekonomi nasional.

Bagi para aktivis buruh, gestur politik semacam ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen moral seorang kepala negara.

Baca Juga: Revisi UU Ketenagakerjaan, DPR Janji Libatkan Buruh dan Pengusaha

Diplomasi Informal dan Gaya Kepemimpinan Egaliter

Lebih lanjut, Andi Gani membeberkan sisi lain dari interaksi antara serikat buruh dengan pihak Istana yang jarang diketahui publik.

Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo sangat mengedepankan komunikasi dua arah yang cair dan tanpa sekat formalitas yang kaku.

Hal ini dinilai efektif dalam menyelesaikan berbagai sumbatan informasi atau keluhan yang dirasakan oleh pekerja di lapangan.

"Meski tidak diketahui media, Pak Presiden sering berkomunikasi secara informal dengan kami. Dia sangat terbuka dan egaliter," kata Andi Gani lagi.

Responsivitas Presiden terhadap isu-isu krusial buruh menjadi nilai tambah tersendiri. Andi Gani menyebutkan bahwa setiap kali ada masalah mendesak yang menyangkut kesejahteraan pekerja, Presiden Prabowo cenderung mengambil tindakan cepat.

Load More