Bisnis / Keuangan
Rabu, 04 Maret 2026 | 09:16 WIB
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Baca 10 detik
  • Pada Rabu, 4 Maret 2026, IHSG melemah signifikan, ditutup di zona merah dengan penurunan mencapai 1 persen ke level 7.859.
  • Transaksi perdagangan mencatat volume 4,76 miliar saham dengan nilai Rp 2,06 triliun, didominasi oleh saham yang mengalami penurunan (418 saham).
  • Proyeksi selanjutnya menunjukkan IHSG cenderung melemah akibat tekanan eksternal dan aksi jual asing, dengan support di 7.825.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin memburuk di awal perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG melorot 0,55 persen ke level 7.896.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih betah di zona merah dengan turun 1 persen ke level 7.859

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,76 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 227.600 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 168 saham bergerak naik, sedangkan 418 saham mengalami penurunan, dan 375 saham tidak mengalami pergerakan.

Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, MPOW, SOTS, BELL, ESTI, RMKO, SULI, GRPM, SSTM, PUDP, INOV, ERTX.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, INDO, YPAS, FUJI, OILS, SIPD, AMMS, VKTR, BMBL, RANC, UDNG.

Proyeksi IHSG

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan selanjutnya.

CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya menyebut, berlanjutnya kenaikan harga komoditas energi berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar. Penguatan harga komoditas dinilai dapat menopang saham-saham berbasis energi dan pertambangan.

Baca Juga: 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI

Namun demikian, tekanan eksternal masih membayangi pergerakan IHSG. Melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street menjadi salah satu faktor negatif yang perlu dicermati pelaku pasar.

Selain itu, wacana kenaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel juga dinilai berpotensi menekan sektor terkait.

Tak hanya itu, aksi jual investor asing yang masih cukup besar turut menjadi pemberat indeks. Arus keluar dana asing berisiko membatasi ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek.

Secara teknikal, IHSG diprediksi akan bergerak dalam pola variatif cenderung melemah dengan kisaran level support di 7.825 dan 7.710. Sementara itu, level resistance berada di 8.055 dan 8.170.

Di tengah proyeksi tersebut, CGS tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dikoleksi. Saham-saham tersebut antara lain, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Indosat Tbk (ISAT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More