- Pada Rabu, 4 Maret 2026, IHSG melemah signifikan, ditutup di zona merah dengan penurunan mencapai 1 persen ke level 7.859.
- Transaksi perdagangan mencatat volume 4,76 miliar saham dengan nilai Rp 2,06 triliun, didominasi oleh saham yang mengalami penurunan (418 saham).
- Proyeksi selanjutnya menunjukkan IHSG cenderung melemah akibat tekanan eksternal dan aksi jual asing, dengan support di 7.825.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin memburuk di awal perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG melorot 0,55 persen ke level 7.896.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih betah di zona merah dengan turun 1 persen ke level 7.859
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,76 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 227.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 168 saham bergerak naik, sedangkan 418 saham mengalami penurunan, dan 375 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, MPOW, SOTS, BELL, ESTI, RMKO, SULI, GRPM, SSTM, PUDP, INOV, ERTX.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, INDO, YPAS, FUJI, OILS, SIPD, AMMS, VKTR, BMBL, RANC, UDNG.
Proyeksi IHSG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan selanjutnya.
CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya menyebut, berlanjutnya kenaikan harga komoditas energi berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar. Penguatan harga komoditas dinilai dapat menopang saham-saham berbasis energi dan pertambangan.
Baca Juga: 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
Namun demikian, tekanan eksternal masih membayangi pergerakan IHSG. Melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street menjadi salah satu faktor negatif yang perlu dicermati pelaku pasar.
Selain itu, wacana kenaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel juga dinilai berpotensi menekan sektor terkait.
Tak hanya itu, aksi jual investor asing yang masih cukup besar turut menjadi pemberat indeks. Arus keluar dana asing berisiko membatasi ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek.
Secara teknikal, IHSG diprediksi akan bergerak dalam pola variatif cenderung melemah dengan kisaran level support di 7.825 dan 7.710. Sementara itu, level resistance berada di 8.055 dan 8.170.
Di tengah proyeksi tersebut, CGS tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dikoleksi. Saham-saham tersebut antara lain, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Indosat Tbk (ISAT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Eks Bendahara TPN Ganjar-Mahfud Lolos Seleksi Bos OJK
-
OJK: Laporan Penipuan Tembus 13.130 Kasus Selama Ramadan, Dana Masyarakat Hilang Miliaran
-
Pertamina Bicara Harga BBM Nonsubsidi Setelah Selat Hormuz Ditutup, Naik?
-
Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Bahlil: Kita Harus Berhati-Hati!
-
Harga Emas Pegadaian Kompak Anjlok Hari Ini, Saatnya Borong Emas Galeri 24?
-
2 Bos Danantara Masuk Bursa Calon Bos OJK, Siapa Saja?
-
Tidak Ada dari Parpol, Berikut 20 Nama yang Lolos Calon Anggota Komisioner OJK
-
Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking Selama Lebaran
-
SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini
-
3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI