- IHSG mengalami pantulan pada Kamis pagi, 5 Maret 2026, menguat signifikan didukung bursa global termasuk Wall Street.
- Perdagangan pagi itu mencatatkan transaksi 2,96 miliar saham senilai Rp 1,71 triliun, dengan mayoritas saham menguat.
- Proyeksi technical rebound IHSG dibayangi sentimen negatif seperti penurunan *outlook* Indonesia oleh Fitch Ratings.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alami reboung pada awal perdagangan Kamis, 5 Maret 2026. IHSG melesat 1,56 persen ke level 7.695.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus terbang 2,34 persen ke level 7.754.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,96 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,71 triliun, serta frekuensi sebanyak 158.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 530 saham bergerak naik, sedangkan 70 saham mengalami penurunan, dan 3582 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, DAYA, SOTS, ROCK, LINK, POLI, SKBM, ARTA, PADA, FILM, VKTR, PADI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, BIPI, UDNG, MPOW, BRRC, SULI, TRUK, KLIN, DEFI, TALF, TBMS.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan Kamis, setelah anjlok tajam 4,57 persen ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026).
Analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset harian Sapa Mentari menyebutkan, peluang rebound didukung oleh penguatan bursa global, khususnya Wall Street.
Baca Juga: Masuk Ekosistem 'Sultan' Kalsel, Pengendali Baru Emiten ASLI Gelar Tender Offer Rp 475 M
Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average naik 0,49 persen ke 48.739,41, S&P 500 menguat 0,78 persen ke 6.869,50, dan Nasdaq melonjak 1,29 persen ke 22.807,48.
"IHSG berpeluang technical rebound dengan support di level 7.516 dan resistance di 7.693," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Meski demikian, pergerakan indeks domestik masih dibayangi sejumlah sentimen negatif. Tekanan pasar sebelumnya dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah serta sentimen domestik.
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings juga menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski mempertahankan peringkat di level BBB. Langkah ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan dalam negeri.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah turut tertekan mendekati level Rp 17.000 per dolar AS, menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas makroekonomi.
BRI Danareksa Sekuritas juga menyoroti kebijakan keterbukaan data pemegang saham di atas 1 persen oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai bagian dari penyesuaian standar MSCI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper