- IHSG ditutup turun signifikan 4,57% ke level 7.577,06, sejalan pelemahan bursa regional Asia.
- Penurunan pasar saham dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah, khususnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
- BEI menyatakan pergerakan IHSG masih lebih baik dibanding bursa global meskipun investor cenderung melakukan aksi jual.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lebih baik dibandingkan beberapa bursa saham global.
Sebagai informasi, IHSG ditutup merosot 362,70 poin atau 4,57 persen ke level 7.577,06, setelah sepanjang hari bergerak di zona merah.
Direktur Pengaturan dan Pengawasan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, mengatakan tekanan di pasar saham domestik tersebut sejalan dengan pelemahan yang juga terjadi di sejumlah bursa regional Asia.
Apalagi, pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, dan ASX,” ujar Irvan dalam jawaban tertulis di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, tekanan di pasar bahkan sempat memicu penghentian sementara perdagangan di Korea Selatan.
“Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah indeksnya turun lebih dari 8 persen,” katanya.
Menurut Irvan, gejolak pasar dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas. Situasi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi krisis energi global.
Pasalnya, Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Baca Juga: IHSG Jeblok 4,57%, Apa yang Bikin Pasar Panik?
“Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kekhawatiran pasar tersebut juga tercermin dari kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Irvan, lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik global membuat investor cenderung melakukan aksi jual di berbagai bursa, termasuk di Indonesia.
Untuj itu, BEI tetap memantau perkembangan pasar dan memastikan perdagangan saham berjalan secara teratur, wajar, dan efisien di tengah volatilitas global.
Berita Terkait
-
IHSG Rungkad Lagi di Awal Perdagangan Hari Ini, Kembali ke Level 8.100
-
BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya
-
IHSG Ditutup Longsor Lagi, 494 Saham Kebakaran
-
IHSG Sesi 1 Terkoreksi ke Level 8.255: BUMI Laris Manis, INDS Anjlok Paling Parah
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
-
Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya