- ESDM jamin stok BBM aman jelang Lebaran dan minta warga tak panic buying.
- Menteri Bahlil pastikan harga BBM subsidi tidak naik meski minyak dunia melonjak.
- Pemerintah kawal kelancaran distribusi BBM ke daerah di tengah konflik global.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat memadamkan api kekhawatiran publik. Hal ini merespons isu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut hanya cukup untuk 20 hari ke depan, di tengah memanasnya tensi geopolitik global.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa stok BBM nasional saat ini dalam posisi sangat mencukupi untuk melayani lonjakan konsumsi selama periode mudik Lebaran. Ia meminta masyarakat tidak termakan isu yang memicu aksi borong atau panic buying.
"Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang. Pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idulfitri," ujar Anggia dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Bukan hanya soal kuantitas, Anggia juga membawa angin segar terkait harga. Meski pasar minyak mentah dunia sedang 'kebakaran', pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak mengerek harga BBM subsidi. Langkah ini diambil demi menjaga daya beli masyarakat yang sedang bersiap merayakan hari raya.
"Sudah disampaikan Menteri ESDM (Bahlil) bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan, di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini," tambahnya.
Kekhawatiran publik sejatinya punya alasan kuat. Eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah memicu ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur ini adalah urat nadi energi dunia yang mengalirkan 20 persen pasokan minyak global.
Data pasar Asia pada Jumat (6/3) menunjukkan harga minyak jenis Brent sudah bertengger di level USD 84,13 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di angka USD 79,44 per barel.
Meski tekanan eksternal kian menghimpit, ESDM menjamin jalur distribusi ke daerah tidak akan terganggu. Anggia secara khusus memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba bermain api dengan menimbun pasokan.
"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan di lapangan," tegas Anggia.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 dan Negara Tuan Rumah Penyelenggara Turnamen yang Problematik
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor
-
3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh
-
Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?
-
Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini
-
Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik
-
Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam
-
Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
-
Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI
-
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan