Bisnis / Makro
Jum'at, 24 April 2026 | 19:46 WIB
Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Kolaborasi TJSL BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat Tahap II. (Dok: Pelindo)

Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Kolaborasi TJSL BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat Tahap II (23/4/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BUMN dalam mendorong pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Direktur TJSL dan Keberlanjutan Badan Penganturan (BP) BUMN, Edi Eko Cahyono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat efektivitas program TJSL melalui pendekatan multiintervensi.

“Kolaborasi antar BUMN ini kami dorong untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar program semakin efektif dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Edi.

Inilah kolaborasi BUMN dalam mendorong pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. (Dok: Pelindo)

Kegiatan dilaksanakan di Pulau Manyaifun, Pulau Mutus, dan Pulau Yefkabu, Kabupaten Raja Ampat, dengan berbagai intervensi strategis, antara lain penyediaan akses listrik desa, peningkatan sarana pendidikan dan fasilitas umum, serta penguatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan ekonomi dan konservasi lingkungan.

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo, Hendri Ginting, menegaskan bahwa keterlibatan Pelindo dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T.

“Program ini mencerminkan komitmen Pelindo bersama BUMN dalam mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat, khususnya di Raja Ampat. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan serta dapat menjadi model implementasi TJSL terintegrasi yang dapat direplikasi di wilayah 3T lainnya,” kata Hendri.

Rangkaian kegiatan peluncuran turut diisi dengan peresmian bantuan, penyerahan simbolis kepada masyarakat, serta kegiatan penanaman mangrove bersama warga setempat.

Pada aspek lingkungan, program mencakup penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut. Sementara itu, pada aspek sosial dan ekonomi, program difokuskan pada pengembangan sektor pariwisata berbasis komunitas serta penguatan kelembagaan lokal seperti kelompok sadar wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca Juga: Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Kolaborasi ini melibatkan TJSL Pelindo dengan TJSL dari 14 BUMN, Melalui sinergi lintas BUMN ini akan memperkuat implementasi TJSL yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui program ini, Pelindo bersama BUMN kolaborator menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.***

Load More