Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Kolaborasi TJSL BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat Tahap II (23/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BUMN dalam mendorong pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Direktur TJSL dan Keberlanjutan Badan Penganturan (BP) BUMN, Edi Eko Cahyono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat efektivitas program TJSL melalui pendekatan multiintervensi.
“Kolaborasi antar BUMN ini kami dorong untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar program semakin efektif dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Edi.
Kegiatan dilaksanakan di Pulau Manyaifun, Pulau Mutus, dan Pulau Yefkabu, Kabupaten Raja Ampat, dengan berbagai intervensi strategis, antara lain penyediaan akses listrik desa, peningkatan sarana pendidikan dan fasilitas umum, serta penguatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan ekonomi dan konservasi lingkungan.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo, Hendri Ginting, menegaskan bahwa keterlibatan Pelindo dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T.
“Program ini mencerminkan komitmen Pelindo bersama BUMN dalam mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat, khususnya di Raja Ampat. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan serta dapat menjadi model implementasi TJSL terintegrasi yang dapat direplikasi di wilayah 3T lainnya,” kata Hendri.
Rangkaian kegiatan peluncuran turut diisi dengan peresmian bantuan, penyerahan simbolis kepada masyarakat, serta kegiatan penanaman mangrove bersama warga setempat.
Pada aspek lingkungan, program mencakup penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut. Sementara itu, pada aspek sosial dan ekonomi, program difokuskan pada pengembangan sektor pariwisata berbasis komunitas serta penguatan kelembagaan lokal seperti kelompok sadar wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Baca Juga: Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
Kolaborasi ini melibatkan TJSL Pelindo dengan TJSL dari 14 BUMN, Melalui sinergi lintas BUMN ini akan memperkuat implementasi TJSL yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Pelindo bersama BUMN kolaborator menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.***
Berita Terkait
-
Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
-
Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Pelindo Optimistis Sambut 2026, Kunjungan Kapal Pesiar Tembus 215 Call pada 2025
-
Selama Masa Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Pastikan Layanan Maksimal dan Beroperasi Penuh
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus
-
Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW
-
Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!
-
Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional
-
Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional
-
Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius
-
Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga
-
Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar
-
SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026
-
Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini