- Pada Senin (9/3/2026) sesi pertama, IHSG terpuruk 3,49 persen ke level 7.321 akibat sentimen global yang kuat.
- Pelemahan pasar dipicu ketegangan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia menembus USD 100 per barel.
- Faktor domestik berupa defisit APBN Februari Rp135,7 triliun berpotensi memburuk akibat kenaikan harga energi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk pada perdagangan sesi pertama awal pekan. Tekanan kuat dari sentimen global membuat pasar saham Indonesia bergerak di zona merah.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pada sesi pertama perdagangan Senin (9/3/2026) IHSG turun 264 poin atau 3,49 persen ke level 7.321.
Pelemahan tersebut sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang juga terkoreksi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran yang terus meluas.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pasar global saat ini juga diguncang oleh kekhawatiran inflasi setelah harga minyak melonjak tajam.
Lonjakan biaya energi memicu kekhawatiran meningkatnya biaya hidup serta potensi kenaikan suku bunga di berbagai negara. Konflik yang memasuki minggu kedua juga meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.
Produsen minyak utama di Timur Tengah seperti Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab dilaporkan memangkas produksi minyak mentah setelah pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti.
Kondisi tersebut membuat harga minyak dunia menembus level USD 100 per barel, memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi global sekaligus ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, perkembangan politik di Iran juga menjadi perhatian pasar setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya yang meninggal dunia. Penunjukan tersebut dinilai menandakan kelompok garis keras masih memegang kendali di negara tersebut.
Sementara itu dari Amerika Serikat, data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya sempat memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: IHSG Masih Merah di Senin Pagi, Apa Pemicunya?
Namun, spekulasi tersebut mulai memudar pada pekan ini seiring lonjakan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi sehingga mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Dari dalam negeri, tekanan juga datang dari kondisi fiskal pemerintah. APBN Februari 2026 tercatat mengalami defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kenaikan harga minyak global dinilai berpotensi memperlebar defisit anggaran tahun ini. Pemerintah bahkan membuka opsi pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun apabila lonjakan harga minyak membuat defisit APBN melewati batas aman 3 persen.
Trafik perdagangan
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 63 saham bergerak naik, sedangkan 717 saham mengalami penurunan, dan 36 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, SHID, SICO, OILS, ASPR, MKAP, BOBA, UNIC, PSDN, JATI, STAA, MPOW.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
Terkini
-
Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket
-
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
-
Industri Asuransi Didorong Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Nasabah di Tengah Krisis Kepercayaan
-
Perbanas dan BRI: Kredit 9,96% dan DPK 13,48% Tunjukkan Perbankan Tangguh
-
AS Marah Israel Serang Depo Minyak Iran, Takut Harga Minyak Naik Jadi USD 200
-
Promo Ramadan BRImo: Buka Puasa di Kenangan Brands Dapat Cashback 40%
-
Pendiri Lippo Hibahkan Lahan Rp 6,2 Triliun untuk Rusun Murah di Cikarang
-
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Analis: Berpotensi Terus Melambung!
-
Pemerintah dan Danantara Pilih Cikarang Jadi Lokasi Rumah Murah
-
Harga Emas Antam Menyusut Jadi Rp 3.004.000/Gram Hari Ini