- SMBC Indonesia salurkan kredit Rp191,8 T, naik 2% yoy ditopang segmen korporasi & Grup OTO.
- Dana Murah Melesat: Saldo CASA melonjak 40,6% jadi Rp59 T, perkuat efisiensi struktur pendanaan bank.
- Sinergi Solid: Laba Grup OTO naik 45,5% & BTPN Syariah tumbuh 2,8%, perkuat kinerja konsolidasi.
Suara.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia) mencatat kinerja positif secara konsolidasi maupun bank saja pada Triwulan I-2026, yang ditopang oleh upaya kolaborasi Perseroan dengan anak usaha untuk melayani berbagai berbagai segmen ritel dan bisnis.
Sebagai perusahaan induk konglomerasi, SMBC Indonesia senantiasa menerapkan budaya kolaborasi dengan anak perusahaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPN Syariah) dan Grup OTO—perusahaan pembiayaan untuk pembelian kendaraan roda dua dan empat—untuk mendukung pertumbuhan bersama yang lebih bermakna.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan bahwa kinerja pada periode tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada Triwulan I-2026 dan penguatan struktur pendanaan.
“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelas Henoch.
SMBC Indonesia mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp191,8 triliun pada Triwulan I-2026, meningkat 2,0% secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, antara lain kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 4,1% yoy, kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 12,0% yoy, serta pembiayaan Grup OTO yang meningkat 5,0% yoy. Pembiayaan oleh BTPN Syariah juga turut tumbuh 3,7% yoy.
Perseroan secara konsolidasi juga berhasil menurunkan biaya kredit 7,9% yoy menjadi Rp1,2 triliun seiring dengan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio.
Sejalan dengan itu, total aset SMBC Indonesia meningkat 4,1% yoy menjadi Rp250,0 triliun per akhir Maret 2026, didukung oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2% yoy, terutama dari penempatan pada surat berharga. Laba bersih setelah pajak (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar. Sementara itu, laba bersih setelah pajak bank saja menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,5% yoy menjadi Rp221 miliar, mencerminkan kinerja inti Bank yang tetap solid.
Kinerja anak usaha turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatat laba bersih sebesar Rp319 miliar pada Triwulan I-2026, tumbuh 2,8% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun. Sementara itu, Grup OTO membukukan laba bersih sebesar Rp113 miliar, melonjak 45,5% yoy.
SMBC Indonesia mencatat penguatan dana murah (current account saving account/CASA) sebagai salah satu pendorong utama kualitas pendanaan pada Triwulan I-2026. Saldo CASA tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, rasio CASA meningkat dari 35,7% menjadi 44,1%, mencerminkan keberhasilan strategi Bank dalam mengoptimalkan komposisi dana pihak ketiga yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Henoch.
Baca Juga: Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar
Pertumbuhan CASA didorong oleh kontribusi dari segmen korporasi dan komersial, serta usaha kecil dan menengah (UKM), seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi dan kepercayaan nasabah terhadap layanan Perseroan.
Penguatan struktur pendanaan tersebut turut didukung oleh kondisi likuiditas dan permodalan yang tetap solid. SMBC Indonesia menjaga rasio likuiditas dan pendanaan pada tingkat yang sehat dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 260,24%, net stable funding ratio (NSFR) sebesar 122,71%, serta capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 29,63%.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter