- Pemerintah bersama pihak terkait merealisasikan pembangunan rusun bersubsidi di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
- Proyek hunian tersebut direncanakan berdiri di lahan 12,8 hektare dengan total 18 menara setinggi 32 lantai.
- Pembangunan rusun ini diharapkan mampu menyediakan 140.000 unit apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Suara.com - Pemerintah bersama sejumlah pihak mulai merealisasikan pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Proyek hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut diperkirakan memiliki nilai pembangunan hingga Rp 16 triliun.
Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM dan CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan proyek tersebut akan dibangun secara bertahap dengan jumlah menara yang cukup besar.
Menurut Rosan, pembangunan rusun itu direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 12,8 hektare dengan total 18 tower hunian.
"Nilai pembangunannya kan rencana dari 12,8 hektare (lahan) ini itu kita akan bangun totalnya menjadi 18 tower," ujar Rosan kepada wartawan usai groundbreaking pembangunan rusun di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dikutip Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap tower rusun tersebut dirancang memiliki ketinggian sekitar 32 lantai. Dengan skala pembangunan tersebut, nilai investasi proyek diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.
"Itu perhitungannya kalau ini jadi eh dengan 32 lantai, more or less ya, kurang lebih ya, itu antara range-nya antara Rp 14 sampai Rp 16 triliun," ungkap Rosan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo mengatakan proyek tersebut diharapkan dapat menyediakan hunian bagi masyarakat yang masih kesulitan memiliki rumah.
"Nanti kita harapkan bisa menyediakan 140.000 unit apartemen kepada rakyat kita yang ingin memiliki rumah," kata Hashim.
Baca Juga: Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket
Ia menyebut kebutuhan rumah di Indonesia masih sangat besar, dengan jutaan keluarga masih menunggu akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
"Dan seperti saya katakan tadi waktu acara, eh ada yang sudah minta, sudah antrian, itu antara 9 sampai 15 juta keluarga yang masih, in antrian, mau dapat rumah baru, rumah yang terjangkau," ujar Hashim.
Selain itu, pemerintah juga mencatat masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni.
"Tapi di samping itu, ada 27 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni. Berarti tempat kumuh, gubuk-gubuk, tempat tidak ada air, tidak ada listrik, dan sebagainya, dan sebagainya," pungkas Hashim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja