- Hashim Djojohadikusumo meyakini sektor perumahan akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
- Pemerintah menargetkan pembangunan tiga juta rumah per tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi signifikan.
- Pembangunan perumahan menjawab tantangan 27 juta keluarga yang masih menempati hunian tidak layak.
Suara.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, menilai sektor perumahan dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Hashim menyebut, pembangunan rumah dalam jumlah besar setiap tahun berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan tiga juta rumah setiap tahun sebagai bagian dari program perumahan nasional.
"Kita sudah perkirakan, kalau nanti semua jalan sesuai dengan keinginan kita, ya 3 juta rumah apartemen kalau bisa tiap tahun, ya, ini kita bisa dapat 1,5-2 persen (pertumbuhan ekonomi) ya," ujar Hashim saat groundbreaking rumah susun (rusun) di kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, dikutip Senin (9/3/2026).
Menurut Hashim, kontribusi sektor perumahan tersebut dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Ia menjelaskan, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di kisaran 5,3 persen, tambahan kontribusi dari sektor perumahan dapat meningkatkan angka tersebut hingga mendekati 7 persen.
"Kalau sekarang pemerintah 5,3 persen, dari perumahan kita bisa dapat sampai 7 persen," tuturnya.
Hashim menambahkan, pertumbuhan ekonomi itu bahkan berpotensi lebih tinggi jika dikombinasikan dengan sektor investasi dan hilirisasi yang tengah didorong pemerintah.
"Dari proyek-proyek hilirisasi, ya mungkin [Menteri Investasi dan Hilirisasi] Pak Rosan yang lebih ahli dari saya, itu bisa tambah mungkin 1 persen ya, Pak Rosan. Mungkin lebih. Itu saya kira kita sudah bisa capai 8 persen per tahun," ucap Hashim.
Baca Juga: Pemerintah dan Danantara Pilih Cikarang Jadi Lokasi Rumah Murah
Di sisi lain, Hashim menilai program pembangunan rumah dalam jumlah besar juga didorong oleh kebutuhan hunian yang masih sangat tinggi di Indonesia.
Ia menyebut masih banyak keluarga yang tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan.
"Ada 27 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni. Berarti tempat kumuh, gubuk-gubuk, tempat tidak ada air, tidak ada listrik, dan sebagainya," katanya.
Menurut Hashim, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan perumahan nasional.
"So, memang tantangan besar, tapi ini adalah kesempatan untuk kita dan saya yakin ya ke depan ekonomi kita akan melampaui 8 persen per tahun," pungkas Hashim.
Berita Terkait
-
Tenor Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun, Pemerintah Klaim Cicilan Lebih Ringan
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.
-
Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
-
Bukan Sekadar Renovasi, Program Pondasi Bangun Rasa Aman dan Produktivitas Warga
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
Terkini
-
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
-
Industri Asuransi Didorong Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Nasabah di Tengah Krisis Kepercayaan
-
Perbanas dan BRI: Kredit 9,96% dan DPK 13,48% Tunjukkan Perbankan Tangguh
-
AS Marah Israel Serang Depo Minyak Iran, Takut Harga Minyak Naik Jadi USD 200
-
Promo Ramadan BRImo: Buka Puasa di Kenangan Brands Dapat Cashback 40%
-
Pendiri Lippo Hibahkan Lahan Rp 6,2 Triliun untuk Rusun Murah di Cikarang
-
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Analis: Berpotensi Terus Melambung!
-
Pemerintah dan Danantara Pilih Cikarang Jadi Lokasi Rumah Murah
-
Harga Emas Antam Menyusut Jadi Rp 3.004.000/Gram Hari Ini
-
IHSG Masih Merah di Senin Pagi, Apa Pemicunya?