Bisnis / Makro
Senin, 09 Maret 2026 | 17:38 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat sidak di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026). [Instagram @menkeuri]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak di Pasar Tanah Abang pada Senin (9/3/2026).
  • Sidak tersebut bertujuan menguji prediksi ekonom mengenai resesi akibat kenaikan harga minyak global.
  • Purbaya menyimpulkan daya beli masyarakat baik dan Indonesia tidak mengalami resesi ekonomi berdasarkan observasi di pasar.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (9/3/2026). 

Sidak itu dilakukan Menkeu Purbaya untuk membuktikan soal prediksi ekonom yang menyebut Indonesia masuk masa resesi karena kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah.

"Jadi kan banyak ekonom-ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli sudah hancur, pasar sepi hancur, enggak ada yang datang," kata Purbaya di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2025).

Purbaya mengklaim kalau berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kondisi ekonomi Indonesia justru sedang membaik. Saat mendatangi Tanah Abang, ia mengklaim kalau prediksi ekonom salah. 

"Saya pengin cek, karena kalau dari data-data kita, ekonomi lagi bagus. Harusnya kan di Tanah Abang segala macam ada pembelinya. Saya mau cek itu saja, betul atau enggak, ternyata betul. Daya beli masih ada, orang masih belanja, pasar juga masih ramai," beber Purbaya.

Bendahara Negara lalu menegaskan kalau Indonesia tidak memasuki masa resesi maupun krisis ekonomi karena kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik. Ia juga memastikan publik tidak pantik karena Pemerintah bakal melakukan upaya semaksimal mungkin.

"Kalau saya datang, tiba-tiba banyak orang ngumpul, artinya sekiranya kita kan banyak orang yang lagi belanja. Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang baik, dan kita tidak resesi. Apalagi dari krisis, kita jauh dari krisis. Jadi, ekonomi kan sedang bagus, teman-teman enggak usah takut. Nanti kalau harga minyak dunia naik pun, kita akan coba absorb lewat APBN, dan kita akan mengendalikan semaksimal mungkin," jelasnya.

Load More