- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang menghitung dampak insentif mobil listrik terhadap defisit APBN.
- Pemerintah masih berhati-hati melanjutkan insentif karena adanya gejolak Timur Tengah mempengaruhi harga BBM.
- Kemenperin dan Kemenkeu masih membahas kelanjutan insentif untuk mencapai target penjualan kendaraan tahun 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kalau Pemerintah bisa mempertimbangkan kelanjutan insentif mobil listrik. Hanya saja dirinya masih menghitung soal efek kebijakan itu ke defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Saya hitung lagi, kalau bagus kita kasih," katanya dalam acara Buka Puasa Bersama, dikutip Senin (9/3/2026).
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau Pemerintah masih hati-hati dalam menerapkan kebijakan insentif mobil listrik. Lebih lagi saat ini tengah terjadi gejolak perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah yang berdampak pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Maka dari itu, ia masih mempertimbangkan apakah bakal melanjutkan kebijakan tersebut atau tidak karena bakal berdampak ke defisit APBN.
"Bisa saja, tapi defisitnya melebar. Jadi kita hitung, kita hitung berapa dampak ke defisitnya. Kita mesti hati-hati karena sekarang banyak tekanan dari BBM juga ada, dari ekspor juga mungkin terganggu," paparnya.'
Kendati begitu dia tak menutup kemungkinan Pemerintah bakal melanjutkan insentif mobil listrik apabila tidak berdampak signifikan ke APBN.
"Kita akan hitung, seberapa besar dampaknya ke defisit kita. Kalau enggak terlalu besar, kita kerjakan," jelasnya.
Sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan kebijakan insentif mobil listrik masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hingga kini, belum ada keputusan final terkait skema maupun besaran insentif yang akan diberikan.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, mengatakan pembahasan insentif dilakukan seiring dengan upaya pemerintah mendorong penjualan kendaraan bermotor nasional pada 2026 dengan target 850 ribu unit.
Baca Juga: Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
“Tahun lalu realisasinya sekitar 803 ribu unit. Tahun ini kami menargetkan 850 ribu unit, dan Kemenperin sudah bersurat ke Kementerian Keuangan untuk membantu industri otomotif agar penjualannya membaik,” ujarnya di JIEXPO Kemayoran, Jumat (6 Februari 2026).
Lebih lanjut, ia menyebut saat ini usulan insentif mobil listrik masih berada di Kemenkeu dan belum dapat dipastikan kapan keputusan akan diambil.
“Masih dalam pembahasan di Kemenkeu. Ditunggu saja, mudah-mudahan segera ada jawabannya,” katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen
-
Purbaya Buka Opsi Potong Anggaran MBG demi Cegah Kenaikan Harga BBM
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
Terkini
-
Askrindo dan Bank BTN Teken Kerja Sama Kontra Bank Garansi Rp1,5 Triliun
-
Chengdong Lenyap, Ini Update Daftar Pemegang Saham BUMI 2026
-
Harga Emas Stabil 9 Maret, di Pegadaian Masih di Atas 3 Jutaan
-
Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing
-
Roadmap Bullion Bank Dibuat, OJK Dorong Pertumbuhan Emas
-
Update Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo Maret 2026 saat Harga Minyak Naik
-
IHSG Terus Anjlok, Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Susut Jadi Rp13.627 Triliun
-
Hashim Ungkap Rencana Bangun Rusun Subsidi di Lahan 41 Hektare Jakarta Pusat
-
Purbaya Bela MBG usai Disorot Fitch: Ini Program Baru, Pasti Enggak Berjalan 100% Mulus!
-
Jelang Mudik Lebaran 2026, Menhub Perintahkan Ramp Check Ketat di Semua Moda Transportasi