Suara.com - Selain emas, perak kini mulai dilirik sebagai alternatif investasi logam mulia yang lebih terjangkau. Logam berwarna putih berkilau ini memiliki nilai ekonomi yang cukup stabil dan sering digunakan dalam berbagai industri, mulai dari elektronik hingga perhiasan.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga perak juga menunjukkan tren meningkat mengikuti kenaikan harga emas, sehingga menarik minat banyak investor baru.
Bagi pemula yang ingin mencoba investasi logam mulia, perak bisa menjadi pilihan menarik karena harganya relatif lebih murah dibandingkan emas. Dengan modal yang sama, investor dapat memperoleh jumlah gram perak lebih banyak.
Namun, sebelum mulai berinvestasi, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami agar investasi perak dapat memberikan hasil yang optimal. Berikut beberapa tips investasi perak untuk pemula yang perlu diperhatikan.
1. Pilih Bentuk Perak yang Tepat
Langkah pertama yang harus dipertimbangkan saat berinvestasi perak adalah memilih bentuk produk yang tepat. Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andi Nugroho, menyarankan agar perak dibeli dalam bentuk batangan atau koin dibandingkan perhiasan.
Perak batangan memiliki standar harga yang lebih jelas serta lebih mudah dijual kembali di kemudian hari. Selain itu, nilai perak batangan biasanya lebih murni sehingga lebih cocok untuk tujuan investasi.
Sementara itu, perak dalam bentuk perhiasan cenderung memiliki nilai konsumsi. Harga perhiasan biasanya sudah termasuk biaya desain dan ongkos pembuatan, sehingga nilainya tidak sepenuhnya mencerminkan harga logamnya.
Akibatnya, ketika dijual kembali, harga perhiasan perak sering kali lebih rendah dibandingkan harga belinya.
Baca Juga: Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
2. Siapkan Strategi Pembelian Bertahap
Meskipun harga perak lebih terjangkau daripada emas, investor tetap perlu memiliki strategi dalam melakukan pembelian. Salah satu cara yang disarankan adalah membeli perak secara bertahap atau menggunakan strategi akumulasi.
Strategi ini memungkinkan investor membeli perak dalam jumlah kecil secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Dengan cara ini, risiko membeli saat harga sedang tinggi dapat diminimalkan.
Perlu diketahui bahwa harga perak cenderung lebih volatil dibandingkan emas. Artinya, fluktuasi harga perak bisa naik dan turun lebih tajam. Oleh karena itu, strategi pembelian bertahap dinilai lebih aman bagi investor pemula yang ingin mengurangi risiko.
3. Pastikan Keaslian Perak
Keaslian produk merupakan faktor penting dalam investasi logam mulia. Investor disarankan membeli perak di tempat yang terpercaya, seperti toko logam mulia resmi atau gerai Antam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital
-
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
-
Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI
-
Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian
-
Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'
-
Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya
-
Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi
-
BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?
-
Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar