Bisnis / Inspiratif
Selasa, 10 Maret 2026 | 11:02 WIB
Ilustarsi emas dan perak [US Gold Bureau]

Produk perak batangan atau koin yang berkualitas biasanya dilengkapi dengan sertifikat keaslian yang mencantumkan kadar perak serta identitas produsen.

Sertifikat ini sangat penting karena akan menjadi bukti ketika investor ingin menjual kembali perak tersebut di masa depan.

Tanpa sertifikat atau bukti autentikasi, nilai jual perak bisa menurun karena pembeli tidak memiliki jaminan mengenai kadar dan keasliannya.

4. Perhatikan Cara Penyimpanan

Berbeda dengan emas yang memiliki nilai tinggi dalam ukuran kecil, perak membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar untuk nilai investasi yang setara. Oleh karena itu, investor perlu menyiapkan tempat penyimpanan yang aman.

Perak batangan atau koin dengan ukuran kecil cukup rentan terselip atau bahkan hilang jika tidak disimpan dengan baik.

Untuk menghindari risiko tersebut, investor dapat menyimpan perak di brankas pribadi atau menggunakan layanan safe deposit box di bank.

Selain menjaga keamanan, penyimpanan yang baik juga membantu mempertahankan kondisi fisik perak agar tetap terjaga dan tidak mudah rusak.

5. Pahami Tujuan Investasi Jangka Panjang

Baca Juga: Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia

Perencana keuangan dari OneShildt Consulting, Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa perak termasuk dalam kategori investasi komoditas. Artinya, investasi ini tidak memberikan pendapatan rutin seperti bunga deposito atau kupon obligasi.

Keuntungan dari investasi perak biasanya berasal dari selisih harga beli dan harga jual di masa depan. Oleh karena itu, investasi perak lebih cocok dijadikan sebagai instrumen jangka panjang.

Investor perlu bersabar dan tidak terburu-buru menjual perak ketika harga belum memberikan keuntungan. Dengan jangka waktu investasi yang cukup panjang, peluang mendapatkan keuntungan biasanya akan lebih besar.

6. Perhatikan Spread Harga

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan selisih antara harga beli dan harga jual atau yang dikenal dengan istilah spread. Dalam investasi logam mulia, spread bisa mempengaruhi potensi keuntungan yang akan diperoleh investor.

Jika selisih harga terlalu besar, investor membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai titik keuntungan. Oleh karena itu, sebelum membeli perak, sebaiknya bandingkan harga di beberapa penjual terpercaya untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

7. Pahami Risiko Likuiditas

Meskipun memiliki potensi keuntungan, investasi perak juga memiliki risiko yang perlu dipahami, salah satunya adalah likuiditas. Dibandingkan emas, pasar perak di Indonesia masih tergolong lebih kecil.

Hal ini berarti jumlah peminat perak belum sebanyak emas. Akibatnya, ketika investor ingin menjual kembali peraknya, proses penjualan bisa membutuhkan waktu lebih lama.

Namun, dengan pemahaman yang baik mengenai karakteristik pasar perak, risiko ini tetap dapat dikelola dengan strategi investasi yang tepat.

Cara Membeli Perak untuk Pemula

Bagi masyarakat yang tertarik memulai investasi perak, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu membeli langsung di toko atau secara online.

Jika ingin membeli secara langsung, investor dapat datang ke toko logam mulia atau butik Antam terdekat dengan membawa identitas diri seperti KTP. Biasanya tersedia berbagai ukuran perak batangan, mulai dari 5 gram hingga kilogram.

Setelah transaksi selesai, pembeli akan mendapatkan sertifikat autentikasi sebagai bukti kepemilikan.

Selain itu, pembelian perak juga dapat dilakukan secara online melalui situs resmi logammulia.com. Caranya cukup mudah, yakni memilih produk perak yang diinginkan, memasukkannya ke keranjang belanja, melengkapi data diri, lalu melakukan pembayaran sesuai metode yang tersedia.

Pembeli biasanya dapat memilih opsi pengiriman ke alamat rumah atau mengambilnya langsung di gerai terdekat.

Demikian itu tips investasi perak untuk pemula. Meskipun memiliki risiko, perak tetap menawarkan peluang keuntungan yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan strategi yang tepat dan tujuan investasi yang jelas.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More