Produk perak batangan atau koin yang berkualitas biasanya dilengkapi dengan sertifikat keaslian yang mencantumkan kadar perak serta identitas produsen.
Sertifikat ini sangat penting karena akan menjadi bukti ketika investor ingin menjual kembali perak tersebut di masa depan.
Tanpa sertifikat atau bukti autentikasi, nilai jual perak bisa menurun karena pembeli tidak memiliki jaminan mengenai kadar dan keasliannya.
4. Perhatikan Cara Penyimpanan
Berbeda dengan emas yang memiliki nilai tinggi dalam ukuran kecil, perak membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar untuk nilai investasi yang setara. Oleh karena itu, investor perlu menyiapkan tempat penyimpanan yang aman.
Perak batangan atau koin dengan ukuran kecil cukup rentan terselip atau bahkan hilang jika tidak disimpan dengan baik.
Untuk menghindari risiko tersebut, investor dapat menyimpan perak di brankas pribadi atau menggunakan layanan safe deposit box di bank.
Selain menjaga keamanan, penyimpanan yang baik juga membantu mempertahankan kondisi fisik perak agar tetap terjaga dan tidak mudah rusak.
5. Pahami Tujuan Investasi Jangka Panjang
Baca Juga: Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
Perencana keuangan dari OneShildt Consulting, Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa perak termasuk dalam kategori investasi komoditas. Artinya, investasi ini tidak memberikan pendapatan rutin seperti bunga deposito atau kupon obligasi.
Keuntungan dari investasi perak biasanya berasal dari selisih harga beli dan harga jual di masa depan. Oleh karena itu, investasi perak lebih cocok dijadikan sebagai instrumen jangka panjang.
Investor perlu bersabar dan tidak terburu-buru menjual perak ketika harga belum memberikan keuntungan. Dengan jangka waktu investasi yang cukup panjang, peluang mendapatkan keuntungan biasanya akan lebih besar.
6. Perhatikan Spread Harga
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan selisih antara harga beli dan harga jual atau yang dikenal dengan istilah spread. Dalam investasi logam mulia, spread bisa mempengaruhi potensi keuntungan yang akan diperoleh investor.
Jika selisih harga terlalu besar, investor membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai titik keuntungan. Oleh karena itu, sebelum membeli perak, sebaiknya bandingkan harga di beberapa penjual terpercaya untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Cara Lapor Gangguan Listrik PLN Online dan Offline
-
Investasi Perak, Ketahui Keuntungan dan Kerugiannya sebelum Mulai
-
Profil PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO), Emiten Penyuplai 7 PLTU Strategis
-
Fatwa Muhammadiyah Tentang Kripto: Halal atau Haram?
-
Jumlah Bank Bangkrut Bertambah Lagi, Ini Daftarnya Sepanjang Tahun 2026
-
Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Tembus Rp 3.047.000/Gram
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.887
-
Jelang Panen Raya, KBI Perkuat Sistem Resi Gudang untuk Tahan Harga Gabah
-
IHSG Mulai Menghijau Selasa Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
-
Harga Emas Pegadaian Turun Signifikan Hari Ini