- Bea Cukai Jakarta perketat pengawasan butik jam tangan mewah di SCBD terkait prosedur impor.
- Menkeu Purbaya kecam barang impor ilegal 'Spanyol' yang dijual bebas di mal mewah Jakarta.
- DJBC prioritaskan sanksi administratif bagi pengusaha jam mewah yang tidak patuh bea masuk.
Suara.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jakarta kembali menunjukkan taringnya dalam mengawasi peredaran barang mewah impor. Kali ini, sasarannya adalah sejumlah gerai atau butik jam tangan mewah di kawasan elite Jakarta, menyusul langkah tegas serupa terhadap toko perhiasan ternama sebelumnya.
Kepala Seksi Penindakan Ditjen Bea Cukai Kanwil Jakarta, Siswo Kristiyanto mengungkapkan, pihaknya mengendus adanya indikasi pengiriman jam tangan dari luar negeri yang masuk ke pasar domestik tanpa melewati mekanisme kepabeanan yang sah.
"Fokus kami pada barang-barang bernilai tinggi seperti jam tangan mewah. Terutama yang belum diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dalam dokumen impor," ujar Siswo di kawasan District 8, SCBD, Jakarta, Selasa (10/3/2025).
Meski pemeriksaan kali ini belum berujung pada penyegelan, Siswo menegaskan bahwa setiap barang yang dipajang harus memiliki rekam jejak administrasi yang jelas, mulai dari pelaporan impor hingga pelunasan bea masuk dan pajak. Jika ada ketidaksesuaian, pengusaha wajib memberikan klarifikasi mendalam di kantor Bea Cukai.
Aksi "bersih-bersih" ini merupakan kali kelima yang dilakukan DJBC Kanwil Jakarta. Sebelumnya, publik dikejutkan dengan pemeriksaan administratif terhadap jenama besar seperti Tiffany & Co serta Bening Luxury.
"Secara aturan kepabeanan, barang impor bermasalah yang beredar itu termasuk barang ilegal dan bisa masuk ranah pidana. Namun, saat ini kami masih mengedepankan pendekatan administratif agar perusahaan patuh," imbuh Siswo.
Langkah tegas ini didasarkan pada pasal 74 ayat 1 dan/atau pasal 103 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.
Nada lebih keras datang dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam melihat praktik perdagangan ilegal yang dilakukan secara terang-terangan. Purbaya bahkan menjuluki barang-barang tanpa dokumen lengkap tersebut sebagai barang "Spanyol" alias separuh nyolong atau nyelundup.
"Sudah nyolong, jualnya di depan kita gagah-gagahan. Itu seperti menghina pemerintah," tegas Purbaya di Jakarta.
Baca Juga: Cara Menghitung THR Prorate untuk Karyawan yang Bekerja Belum Setahun
Menkeu memastikan konsistensi DJBC dalam menindak toko-toko yang menghindari kewajiban pajak, baik itu perhiasan emas maupun jam tangan mewah. Hingga kini, pihak Kemenkeu masih menghitung total kerugian negara akibat praktik lancung di berbagai pusat perbelanjaan mewah di Jakarta tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?