- Harga emas Antam per 12 Maret 2026 turun menjadi Rp 3.042.000 per gram, dengan harga buyback Rp2.804.000.
- Harga emas dunia melemah akibat kekhawatiran inflasi global dan penguatan dolar AS serta imbal hasil obligasi AS.
- Peletakan cadangan minyak darurat IEA tidak cukup meredam pasar karena ketegangan geopolitik Timur Tengah yang meningkat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 12 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.042.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu anjlok Rp 45.000 dibandingkan Rabu, 11 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.804.000 per gram.
Harga buyback itu juga terpelest Rp 43.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.574.928
- Emas 1 Gram Rp 3.049.605
- Emas 2 gram Rp 6.039.060
- Emas 3 gram Rp 9.033.528
- Emas 5 gram Rp 15.022.463
- Emas 10 gram Rp 29.989.788
- Emas 25 gram Rp 74.848.655
- Emas 50 gram Rp 149.618.113
- Emas 100 gram Rp 303.669.280
- Emas 250 gram Rp 747.629.413
- Emas 500 gram Rp 1.495.048.300
- Emas 1.000 gram Rp 2.990.056.000
Harga Emas Dunia Loyo
Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis selama sesi Asia. Logam mulia tersebut tercatat melanjutkan penurunan untuk dua hari berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global akibat lonjakan harga minyak.
Mengutip laporan FXStreet, harga emas atau XAU/USD diperdagangkan di sekitar 5.150 dolar AS pada Kamis pagi waktu Asia. Penurunan harga emas terjadi seiring kenaikan harga minyak yang meningkatkan risiko inflasi dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Harga Emas Naik Berturut-turut, di Pegadaian Kian Tak Terbendung
Selain itu, harga emas juga tertekan oleh penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kondisi tersebut muncul karena kekhawatiran inflasi di masa depan yang membuat prospek pelonggaran kebijakan moneter The Fed semakin terbatas.
Saat ini, ekspektasi pasar menunjukkan kemungkinan hanya ada satu kali penurunan suku bunga oleh bank sentral AS tersebut pada akhir tahun ini. Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas diperkirakan masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, harga energi, serta rilis data ekonomi global.
Sementara itu, lonjakan harga minyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait prospek perang Iran yang berkepanjangan.
Kondisi tersebut bahkan membayangi upaya negara-negara ekonomi utama untuk meredam gejolak pasar energi melalui pelepasan cadangan minyak darurat. Badan Energi Internasional (IEA) telah menyetujui pelepasan sekitar 400 juta barel minyak, yang menjadi pelepasan terbesar sepanjang sejarah lembaga tersebut.
Namun pasar menilai langkah tersebut masih belum cukup untuk mengimbangi potensi gangguan pasokan akibat konflik yang terus meningkat.
Ketegangan juga meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan operasi gabungan bersama Hizbullah Lebanon terhadap sejumlah target di Israel, Yordania, dan Arab Saudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati