Bisnis / Keuangan
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:02 WIB
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam per 12 Maret 2026 turun menjadi Rp 3.042.000 per gram, dengan harga buyback Rp2.804.000.
  • Harga emas dunia melemah akibat kekhawatiran inflasi global dan penguatan dolar AS serta imbal hasil obligasi AS.
  • Peletakan cadangan minyak darurat IEA tidak cukup meredam pasar karena ketegangan geopolitik Timur Tengah yang meningkat.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 12 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.042.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu anjlok Rp 45.000 dibandingkan Rabu, 11 Maret 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.804.000 per gram.

Harga buyback itu juga terpelest Rp 43.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Pramuniaga menunjukkan emas Antam yang dijual di Mall Modern Town Square, Kota Tangerang, Banten, Minggu (13/4/2025). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/app/nym/pri]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.574.928
  • Emas 1 Gram Rp 3.049.605
  • Emas 2 gram Rp 6.039.060
  • Emas 3 gram Rp 9.033.528
  • Emas 5 gram Rp 15.022.463
  • Emas 10 gram Rp 29.989.788
  • Emas 25 gram Rp 74.848.655
  • Emas 50 gram Rp 149.618.113
  • Emas 100 gram Rp 303.669.280
  • Emas 250 gram Rp 747.629.413
  • Emas 500 gram Rp 1.495.048.300
  • Emas 1.000 gram Rp 2.990.056.000

Harga Emas Dunia Loyo

Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis selama sesi Asia. Logam mulia tersebut tercatat melanjutkan penurunan untuk dua hari berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global akibat lonjakan harga minyak.

Mengutip laporan FXStreet, harga emas atau XAU/USD diperdagangkan di sekitar 5.150 dolar AS pada Kamis pagi waktu Asia. Penurunan harga emas terjadi seiring kenaikan harga minyak yang meningkatkan risiko inflasi dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga: Harga Emas Naik Berturut-turut, di Pegadaian Kian Tak Terbendung

Selain itu, harga emas juga tertekan oleh penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kondisi tersebut muncul karena kekhawatiran inflasi di masa depan yang membuat prospek pelonggaran kebijakan moneter The Fed semakin terbatas.

Saat ini, ekspektasi pasar menunjukkan kemungkinan hanya ada satu kali penurunan suku bunga oleh bank sentral AS tersebut pada akhir tahun ini. Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas diperkirakan masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, harga energi, serta rilis data ekonomi global.

Sementara itu, lonjakan harga minyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait prospek perang Iran yang berkepanjangan.

Kondisi tersebut bahkan membayangi upaya negara-negara ekonomi utama untuk meredam gejolak pasar energi melalui pelepasan cadangan minyak darurat. Badan Energi Internasional (IEA) telah menyetujui pelepasan sekitar 400 juta barel minyak, yang menjadi pelepasan terbesar sepanjang sejarah lembaga tersebut.

Namun pasar menilai langkah tersebut masih belum cukup untuk mengimbangi potensi gangguan pasokan akibat konflik yang terus meningkat.

Ketegangan juga meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan operasi gabungan bersama Hizbullah Lebanon terhadap sejumlah target di Israel, Yordania, dan Arab Saudi.

Load More