- Harga minyak Asia melonjak 30% pada 9 Maret 2026, mencapai level tertinggi sejak 2022 akibat eskalasi konflik AS, Israel, dan Iran.
- Minyak Brent mencapai $117,16 dan WTI mencapai $118,82 per barel, melampaui prediksi terburuk analis pasar.
- Gangguan pasokan di Selat Hormuz menyebabkan UEA dan Kuwait mulai memangkas produksi karena kapasitas penyimpanan terbatas.
Suara.com - Harga minyak di pasar Asia melonjak 30 persen pada perdagangan Senin (9/3/2026), menyentuh level tertinggi sejak tahun 2022. Lonjakan tajam ini dipicu oleh meluasnya eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin memanas.
Mengutip dari Investing.com, harga kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Mei melonjak lebih dari 25 persen hingga menembus angka 117,16 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan kenaikan drastis hingga 30 persen, mencapai level tertinggi harian di angka 118,82 dolar AS per barel.
Analis ANZ dalam catatannya menyatakan bahwa situasi saat ini telah melampaui skenario terburuk yang mereka perkirakan sebelum serangan awal militer AS dan Israel ke Iran. Mereka memperkirakan harga minyak akan terus mengalami kenaikan.
"Situasi ini bahkan melampaui skenario terburuk yang kami perkirakan sebelum serangan awal terhadap Iran oleh pasukan militer AS dan Israel. Kemungkinan kenaikan harga minyak lebih lanjut sangat tinggi,” kata mereka dalam sebuah catatan.
Sebagaimana dilaporkan, konflik antara aliansi AS-Israel dengan Iran memanas pada akhir pekan setelah serangan udara menghantam fasilitas minyak Iran di Teheran dan Provinsi Alborz.
Sebelumnya, Iran telah meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur distribusi vital yang melayani sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia. Gangguan di wilayah tersebut menjadi pemicu utama kecemasan di pasar minyak global.
Presiden AS Donald Trump menyebut lonjakan harga minyak lebih dari 25 persen sebagai konsekuensi kecil demi keamanan global. Ia meyakini harga akan segera turun setelah ancaman nuklir Iran teratasi.
Sementara itu, produsen besar di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab dan Kuwait, mulai memangkas produksi minyak akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan menyusul gangguan pasokan yang meluas.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo Maret 2026 saat Harga Minyak Naik
Sentimen pasar pun tidak banyak membaik meskipun Trump telah menjanjikan asuransi maritim serta potensi perlindungan angkatan laut bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Berita Terkait
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Dilema Minyak Mentah: Tensi AS-Iran Mereda, Namun Tarif Trump Menekan Harga
-
Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
-
Pasar Minyak Pantau Negosiasi AS-Iran, Brent Berada di Level 68,59 Dolar AS
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
Terkini
-
Promo Ramadan BRImo: Buka Puasa di Kenangan Brands Dapat Cashback 40%
-
Pendiri Lippo Hibahkan Lahan Rp 6,2 Triliun untuk Rusun Murah di Cikarang
-
Pemerintah dan Danantara Pilih Cikarang Jadi Lokasi Rumah Murah
-
Harga Emas Antam Menyusut Jadi Rp 3.004.000/Gram Hari Ini
-
IHSG Masih Merah di Senin Pagi, Apa Pemicunya?
-
Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017
-
Masih Kosong, Calon Emiten Belum Ada yang Daftar IPO di Bulan Maret
-
Pemerintah Diminta Jelaskan Status Tambang Emas Martabe
-
Likuiditas Meningkat, Uang Primer RI Tembus Rp2.228 Triliun pada Februari 2026
-
Ratusan Buruh Terhempas Badai PHK, Jabar dan Sumsel Paling Merana