- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi dimulainya impor minyak bertahap dari Amerika Serikat sebagai langkah pengamanan pasokan.
- Impor dilakukan karena Selat Hormuz ditutup akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel secara signifikan.
- Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak nasional menjadi tiga bulan, dimulai pembangunannya tahun ini di Sumatera.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa impor minyak dari Amerika Serikat sudah mulai dilaksanakan.
Langkah itu sebagai alternatif mengamankan pasokan minyak nasional usai Selat Hormuz ditutup akibat perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat, serta Israel.
"Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap,” kata Bahlil di Kementerian ESDM pada Rabu (4/3/2025) yang dikutip dari Antara.
Meski impor sudah mulai berjalan, namun tidak dapat dilaksanakan secara sekaligus. Hal itu karena kapasitas penyimpanan atau storageminyak nasional yang terbatas, yakni di level 25-26 hari.
Untuk itu, selain mengalihkan impor BBM dari Timur Tengah, sebagai langkah antisipasi pemerintah akan meningkatkan volume penyimpanan minyak nasional menjadi tiga bulan, sesuai dengan standar internasional.
"Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival,” kata Bahlil.
Sesuai rencana storage akan dibangun di Sumatera dan akan dimulai pada tahun ini.
Bahlil menyebut, telah terdapat investor yang berminat untuk turut membangunnya. Kini proses pembangunanya sudah memasuki tahap studi kelayakan atau feasibility study.
Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Chandra Asri Group Nyatakan Force Majeure
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika
-
Timur Tengah Membara, Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Gak Bakal Naik
-
Apindo: Ingatkan Risiko Krisis Listrik Akibat Pemangkasan Produksi Batu Bara
-
Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung
-
Garda Revolusi Iran Serang Tanker Minyak, Pasokan Energi Dunia Terancam Lumpuh
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
IHSG Masih Rebound di Sesi I, 630 Saham Meroket
-
Batas Maksimal Tarik Tunai ATM Pecahan Rp 20.000, THR Bisa Sepuasnya?
-
Fitch Ratings Soroti MBG, Airlangga: Itu Investasi Menguntungkan
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Chandra Asri Group Nyatakan Force Majeure
-
Emiten BUMI Bangkit, Investor Serok Saham di Tengah Teka-teki Hilangnya Chengdong
-
SMF Bakal Ajukan PMN Rp5,39 Triliun untuk Pembiayaan FLPP 2026
-
Emas Antam Mulai Perlahan Naik Lagi, Harganya Kini Rp 3.049.000/Gram
-
Antam Borong 6 Ton Emas per Tahun dari Anak Usaha Merdeka Group
-
Perancis dan Spanyol 'Lawan AS', Tidak Takut Ancaman Embargo Dagang Trump
-
Hormuz Terblokade: Harga Minyak Brent Melonjak ke 83 Dolar AS