Bisnis / Energi
Kamis, 05 Maret 2026 | 12:56 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi dimulainya impor minyak bertahap dari Amerika Serikat sebagai langkah pengamanan pasokan.
  • Impor dilakukan karena Selat Hormuz ditutup akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel secara signifikan.
  • Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak nasional menjadi tiga bulan, dimulai pembangunannya tahun ini di Sumatera.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa impor minyak dari Amerika Serikat sudah mulai dilaksanakan.

Langkah itu sebagai alternatif mengamankan pasokan minyak nasional usai Selat Hormuz ditutup akibat perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat, serta Israel.

"Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap,” kata Bahlil di Kementerian ESDM pada Rabu (4/3/2025) yang dikutip dari Antara.

Meski impor sudah mulai berjalan, namun tidak dapat dilaksanakan secara sekaligus. Hal itu karena kapasitas penyimpanan atau storageminyak nasional yang terbatas, yakni di level 25-26 hari.

Untuk itu, selain mengalihkan impor BBM dari Timur Tengah, sebagai langkah antisipasi pemerintah akan meningkatkan volume penyimpanan minyak nasional menjadi tiga bulan, sesuai dengan standar internasional.

"Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival,” kata Bahlil.

Sesuai rencana storage akan dibangun di Sumatera dan akan dimulai pada tahun ini.

Bahlil menyebut, telah terdapat investor yang berminat untuk turut membangunnya. Kini proses pembangunanya sudah memasuki tahap studi kelayakan atau feasibility study.

Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Chandra Asri Group Nyatakan Force Majeure

Load More