- Presiden Trump mendesak sekutu NATO, China, dan Jepang mendukung operasi militer pembukaan Selat Hormuz segera.
- Trump menyatakan masa depan aliansi akan buruk jika sekutu tidak mendukung pengamanan jalur minyak Teluk vital tersebut.
- Ia secara khusus meminta kapal penyapu ranjau Eropa, mengkritik Inggris menolak bantuan hingga ancam menunda kunjungan ke Beijing.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara sekutunya, termasuk anggota NATO, China, dan Jepang, untuk segera bergabung dalam upaya militer membuka kembali Selat Hormuz.
Dikutip dalam laporan Financial Times (FT), Trump menegaskan bahwa jika sekutu tidak memberikan dukungan nyata dalam "usaha tim" ini, masa depan aliansi NATO akan berada dalam posisi yang "sangat buruk."
Trump menekankan bahwa negara-negara Eropa dan China memiliki ketergantungan energi yang jauh lebih besar terhadap minyak dari kawasan Teluk dibandingkan Amerika Serikat.
Ia merasa tidak adil jika beban pengamanan jalur vital tersebut—tempat melintasnya seperlima minyak dunia—hanya dipikul oleh AS dan Israel.
"Sangat tepat jika mereka yang menjadi penerima manfaat dari Selat tersebut membantu memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," ujar Trump.
Ia secara spesifik menuntut sekutu untuk mengirimkan kapal penyapu ranjau (minesweeper), yang saat ini lebih banyak dimiliki oleh negara-negara Eropa dibandingkan AS.
Ucapan Trump cukup mengejutkan setelah sebelumnya Trump dengan percaya diri bahwa AS sudah memenangkan perang melawan Iran dan mengklaim tidak membutuhkan bantuan dari pihak lain.
Kekecewaan Terhadap NATO dan Inggris
Presiden AS ini secara terbuka menyatakan pesimismenya terhadap kesiapan sekutu. Ia membandingkan situasi ini dengan dukungan AS terhadap Ukraina yang jaraknya ribuan mil.
Baca Juga: Iran Ungkap Dapat Dukungan Militer Rusia dan China untuk Hadapi Israel-AS
"Kami telah sangat baik kepada mereka. Kami tidak harus membantu mereka dengan Ukraina... Tapi kami membantu mereka. Sekarang kita lihat apakah mereka membantu kita," keluh Trump.
Trump secara khusus melontarkan kekecewaan terhadap Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.
Menurut Trump, Inggris sempat menolak ketika dimintai bantuan awal, namun baru menawarkan dua kapal setelah kapasitas militer Iran dinilai sudah "dihancurkan" oleh AS dan Israel.
"Kami butuh kapal-kapal ini sebelum kami menang, bukan setelah kami menang," tambah Trump.
Trump juga menekan China untuk berkontribusi sebelum pertemuan puncak antara dirinya dengan Presiden Xi Jinping di Beijing akhir bulan ini.
Trump mengklaim China mendapatkan 90 persen pasokan minyaknya dari Selat Hormuz. Ia bahkan mengancam akan menunda jadwal kunjungannya ke Beijing jika tidak ada langkah nyata dari China untuk membantu membuka jalur tersebut.
Berita Terkait
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun