- PLN Nusantara Power mencatatkan produksi energi hijau sebesar 245 GWh melalui program cofiring biomassa pada kuartal pertama tahun 2026.
- Pencapaian tersebut melampaui target sebesar 14,7 persen dan berhasil mereduksi emisi karbon sebanyak 286 ribu ton CO2e secara nasional.
- Metode cofiring diterapkan pada unit PLTU eksisting untuk menghasilkan energi bersih sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
Suara.com - PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatatkan produksi energi hijau sebesar 245 Gigawatt hour (GWh) dari program cofiring biomassa pada kuartal pertama tahun 2026. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 14,7 persen.
Melalui produksi energi hijau tersebut, anak usaha PLN ini melaporkan telah mereduksi emisi karbon sebesar 286 ribu ton CO2e sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Sebagai informasi, pada tahun 2025 lalu, implementasi cofiring di 25 unit PLTU milik perusahaan telah menghasilkan 1.041 GWh energi hijau dan mereduksi 1,17 juta ton CO2e.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan bahwa cofiring biomassa merupakan metode transisi energi yang diterapkan secara bertahap pada aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) eksisting.
"Program ini merupakan upaya optimalisasi aset pembangkit yang ada untuk menghasilkan energi yang lebih bersih dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik," ujar Ruly lewat keterangannya pada Kamis (30/4/2026).
Data perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan produksi energi hijau yang positif. Pada tahun 2025, produksi tercatat naik 21,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ruly menambahkan bahwa keberhasilan di 25 unit PLTU ini membuktikan bahwa penurunan emisi dapat dilakukan tanpa mengganggu operasional pembangkitan.
Selain aspek lingkungan, program cofiring ini memanfaatkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan biomassa, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi di daerah sekitar pembangkit.
Ke depan, PLN NP berencana terus memperluas inisiatif rendah emisi ini guna mendukung target Net Zero Emissions nasional. Perusahaan saat ini mengoperasikan infrastruktur pembangkitan sebagai salah satu subholding pembangkitan di Asia Tenggara.
Baca Juga: Raksasa Jepang Tokyo Gas & Hanwa 'Geruduk' Pohuwato, Ada Apa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun
-
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
-
Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi
-
Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya
-
Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan Top Women in Shaping Future Ready Organization
-
Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI