- Pemerintah akan menerapkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 guna menghemat devisa negara sebesar Rp 139,8 triliun.
- Program mandatori biodiesel tahun 2026 diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,97 juta tenaga kerja bagi masyarakat Indonesia.
- Implementasi B50 di Jakarta juga diprediksi akan meningkatkan nilai tambah crude palm oil hingga Rp21,94 triliun.
Suara.com - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan implementasi mandatori B50 yang dimulai pada 1 Juli 2026 diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp 139,8 triliun.
Angka ini meningkat dibanding penghematan devisa dari penerapan B40 pada 2025 yang mencapai Rp133,3 triliun.
"Ada penghematan devisa sebesar Rp 133,3 triliun di tahun 2025 dan diproyeksikan akan sebesar di Rp 139,8 triliun di tahun 2026," kata Ferry dalam sambutannya pada agenda diskusi B50 di Jakarta pada Kamis (30/4/2026).
Menurut Ferry, penghematan devisa dari mandatori biodiesel ini membuktikan bahwa program tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara.
"Jadi program yang sudah dilakukan untuk mandatori biodiesel di 2025 pun nanti yang akan dilakukan di 2026 itu punya nilai yang signifikan terhadap ekonomi kita," ujarnya.
Selain itu penerapan mandatori biodiesel juga disebut membuka lapangan pekerjaan. Pada mandatori B40 tahun 2025 setidaknya menyerap 1,88 juta pekerja dan diproyeksikan meningkat menjadi 1,97 juta pada 2026.
"Jadi kita harapkan tetap bisa menjadi salah satu faktor penting di dalam bagaimana kita memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita," kata Ferry.
Tak hanya itu, nilai tambah crude palm oil (CPO) juga diproyeksikan meningkat. Pada 2025 nilainya mencapai Rp 20,92 triliun, dan diperkirakan tumbuh menjadi Rp 21,94 triliun pada 2026.
"Jadi program yang sudah dilakukan untuk mandatori biodiesel di 2025 pun nanti yang akan dilakukan di 2026 itu punya nilai yang signifikan terhadap ekonomi kita," pungkas Ferry.
Baca Juga: Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan dan Investasi, Data Akurat Cegah Salah Ambil Keputusan
-
Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis
-
Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School
-
Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu
-
Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II
-
4 Zodiak Paling Beruntung 1 Agustus 2026, Awal Bulan Panen Peluang Baik!
-
Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026
-
Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo
-
Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi
-
Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih