Bisnis / Keuangan
Senin, 16 Maret 2026 | 20:55 WIB
Umat Paroki Aek Nabara berdemonstrasi di kantor BNI Rantauprapat, Labuhanratu, Sumatera Utara, Kamis pekan lalu. Mereka menuntut pertanggungjawaban BNI yang menghilangkan dana gereja Rp 28 miliar. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Jemaah Gereja Katolik Aek Nabara berdemonstrasi di BNI Rantauprapat, Sumatera Utara, menuntut dana CU Rp28 miliar raib.
  • Aksi yang dipimpin Pastor Paroki ini menuntut pertanggungjawaban BNI atas hilangnya dana dari sistem penyimpanan bank.
  • BNI mengakui kehilangan dana dan berjanji memberikan talangan Rp7 miliar paling lambat 31 Maret mendatang.

Suara.com - Uang jemaah Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, berdemonstrasi di kantor Bank Negara Indonesia atau BNI Cabang Rantauprapat, Labuhanratu, Sumatera Utara, karena uang jemaat Rp 28 miliar raib tak berbekas.

Dalam demonstrasi yang dilakukan hari Kamis (12/3) tersebut, jemaat gereja menuntut pertanggungjawaban BNI atas hilangnya dana Credit Union atau CU yang hilang.

Ketegangan sempat mewarnai halaman kantor perbankan plat merah tersebut. Massa yang terdiri dari berbagai elemen jemaat, mulai dari pemuda hingga orang tua, datang membawa keresahan kolektif.

Dana yang dikumpulkan sedikit demi sedikit oleh ribuan umat tersebut kini statusnya menjadi misteri setelah diduga hilang dari sistem penyimpanan bank.

Pastor Paroki Pimpin Langsung Aksi Massa

Dikutip hari Senin (16/3/2026), langkah luar biasa diambil oleh pimpinan gereja setempat. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Paroki RP Yonas Sandra Mallisa SX.

Kehadiran sang Pastor di garis depan bersama para suster dan pengurus CU, menunjukkan betapa seriusnya dampak kehilangan dana ini bagi keberlangsungan program sosial dan ekonomi jemaat.

Setibanya di lokasi, massa segera menyampaikan tuntutan agar manajemen BNI memberikan penjelasan terbuka.

Mereka menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan rekening CU Paroki Aek Nabara yang selama ini dipercayakan kepada pihak BNI.

Baca Juga: BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 10.800 Didukung Sektor Komoditas

Para jemaat berharap pihak bank segera menjelaskan persoalan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah umat dan masyarakat.

Meskipun situasi di lapangan sempat memanas, pengawalan ketat dari aparat kepolisian berhasil memastikan aspirasi tersampaikan secara tertib di halaman kantor bank tanpa ada tindakan anarkis.

BNI hanya janji

Saat menghadapi massa, Kepala Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Kamel, mengakui dana itu hilang.

Sebagai langkah mitigasi awal, pihak BNI menawarkan skema dana talangan untuk meredam kepanikan nasabah.

“Kami akan ada dana talangan Rp 7 miliar yang diberikan selambat-lambatnya 31 Maret," kata dia.

Load More