- Jemaah Gereja Katolik Aek Nabara berdemonstrasi di BNI Rantauprapat, Sumatera Utara, menuntut dana CU Rp28 miliar raib.
- Aksi yang dipimpin Pastor Paroki ini menuntut pertanggungjawaban BNI atas hilangnya dana dari sistem penyimpanan bank.
- BNI mengakui kehilangan dana dan berjanji memberikan talangan Rp7 miliar paling lambat 31 Maret mendatang.
Namun, janji tersebut belum sepenuhnya memuaskan massa. Sebab, nilai Rp7 miliar tersebut belum mencapai sepertiga dari total dana yang diduga raib sebesar Rp28 miliar.
Terkait sisa dana tersebut, pihak BNI berdalih masih memerlukan waktu untuk melakukan audit dan verifikasi dokumen internal guna melacak arus kas yang mencurigakan.
Misteri Raibnya Dana di Kantor Cabang Pembantu
Persoalan ini sebenarnya mulai terendus sejak Februari 2026. CU Paroki Aek Nabara sendiri telah lama menjadi nasabah setia di BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aek Nabara.
Kemitraan yang sudah terjalin bertahun-tahun tersebut mendadak retak saat pengurus CU menemukan ketidaksesuaian saldo pada rekening mereka.
Situasi semakin memicu kecurigaan setelah diketahui bahwa kepala kantor cabang pembantu (KCP) tidak berada di tempat saat beberapa kali ditemui oleh pengurus CU yang meminta penjelasan.
"Hilangnya" pimpinan kantor cabang di tingkat lokal tersebut memicu spekulasi adanya malpraktik perbankan atau penggelapan dana nasabah yang terorganisir.
Merasa tidak mendapatkan jawaban yang memadai dari level KCP, pengurus CU kemudian menggelar rapat anggota yang berakhir pada keputusan bulat untuk "menjemput" keadilan di Kantor Cabang utama di Rantauprapat.
Nasib Kepercayaan Nasabah
Baca Juga: BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 10.800 Didukung Sektor Komoditas
Persoalan ini kini menjadi sorotan tajam di kota-kota besar di Indonesia, mengingat dana sebesar Rp28 miliar merupakan angka yang signifikan bagi sebuah lembaga Credit Union berbasis komunitas agama.
Para jemaat menegaskan bahwa penyelesaian kasus ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan tetap terjaga.
Mereka menuntut agar proses verifikasi tidak dijadikan alasan untuk mengulur waktu pengembalian hak umat.
Kini, jemaat Paroki Aek Nabara menunggu janji tanggal 31 Maret mendatang. Jika komitmen awal dana talangan tersebut meleset, jemaat tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah lanjutan untuk memperjuangkan hak mereka, termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum atau melakukan aksi massa dengan skala yang lebih besar.
Tag
Berita Terkait
-
BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 10.800 Didukung Sektor Komoditas
-
Daftar Lokasi ATM Mandiri dan BNI Pecahan Rp10 Ribu di Jakarta untuk THR Lebaran 2026
-
Tarik Tunai Pecahan Rp20 Ribu di ATM BNI Maksimal Berapa? Cek Nominal dan Lokasi ATM-nya
-
Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Daftar Lokasi ATM Mandiri dan BNI Pecahan Rp20 Ribu di Jabodetabek Buat THR Lebaran
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar
-
PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran
-
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
-
Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya
-
Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
-
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting
-
Purbaya Endus 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing, Segera Kejar Pengemplang Pajak
-
Soroti Rapor Merah Penyeberangan, INSTRAN: Mudik 2026 Terancam Tak Optimal