Bisnis / Keuangan
Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi THR Lebaran (Pexels/bangunstockproduction)
Baca 10 detik
  • Pembahasan menyajikan sepuluh metode praktis agar sisa gaji tetap cukup pasca-Lebaran tanpa perlu mengurangi gaya hidup drastis.
  • Disarankan membuat anggaran ketat 50/30/20, memprioritaskan kebutuhan pokok, serta memotong pengeluaran sekunder tidak esensial.
  • Tips mencakup mencari penghasilan tambahan, membangun dana darurat mini, serta merencanakan dana THR untuk tahun berikutnya.

Suara.com - Lebaran telah usai, tapi dompet masih terasa kosong. THR yang seharusnya menjadi bonus sering kali ludes untuk tiket mudik pulang-pergi, oleh-oleh, zakat fitrah, dan hantaran keluarga besar. Kini yang tersisa hanya gaji bulanan biasa.

Jangan panik! Dengan pengelolaan yang tepat, sisa gaji Anda bisa tetap bertahan hingga akhir bulan tanpa harus berutang atau menekan gaya hidup secara ekstrem. Berikut 10 cara praktis yang bisa langsung Anda terapkan mulai hari ini.

1. Buat Anggaran 50/30/20 yang Ketat

Alokasikan 50 persen gaji untuk kebutuhan pokok (makan, kos, transportasi), 30 persen untuk kebutuhan sekunder (internet, pulsa, hiburan), dan 20 persen untuk tabungan serta cicilan.

Tulis di aplikasi seperti Money Manager atau cukup di notes HP. Jangan lupa catat pengeluaran mudik yang sudah lewat sebagai pelajaran.

2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok Dulu

Bayar dulu listrik, air, internet, dan beras sebelum membeli baju baru atau nongkrong.

Buat “kotak darurat” di rumah berisi beras, mi instan, dan telur untuk 7–10 hari pertama bulan agar tidak tergoda belanja impulsif.

3. Potong Pengeluaran “Hantu”

Baca Juga: Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja

Langganan Netflix, Spotify, GoFood, dan kopi kekinian sering jadi pencuri diam-diam. Pause dulu selama 2–3 bulan.

Ganti dengan masak sendiri atau bawa bekal. Hemat bisa mencapai Rp500.000–Rp1 juta per bulan.

4. Manfaatkan Promo dan Diskon

Unduh aplikasi Shopee, Tokopedia, atau Grab. Manfaatkan voucher “new user” (meski sudah lama), cashback GoPay, dan promo bank.

Belanja bulanan di pasar tradisional lebih murah 20–30 persen dibanding minimarket.

5. Cari Penghasilan Tambahan (Side Hustle)

Jualan preloved baju Lebaran di marketplace, jadi driver ojek online malam Minggu, atau buat konten “tips pasca mudik hemat” di TikTok.

Banyak yang berhasil tambah Rp1–2 juta ekstra dalam sebulan.

6. Bangun Tabungan Darurat Mini

Sisihkan minimal 10 persen gaji ke rekening terpisah (bukan tabungan biasa). Targetkan Rp500.000–Rp1 juta dalam 3 bulan.

Ini untuk jaga-jaga kalau ada keperluan mendadak seperti ban motor bocor atau anak sakit.

7. Bayar Cicilan atau Hutang Dulu

Jika ada cicilan motor/mobil atau pinjol yang jatuh tempo, lunasi sebagian dulu.

Bunga pinjol bisa “membunuh” gaji. Prioritaskan yang bunganya paling tinggi agar beban bulan depan lebih ringan.

8. Investasi Kecil yang Aman

Mulai dari reksa dana pasar uang atau emas digital di aplikasi Bibit atau Ajaib dengan Rp 50.000 saja per minggu.

Jangan langsung saham kalau masih trauma THR habis. Ini melatih disiplin dan memberi return kecil tapi pasti.

9. Catat Pengeluaran Harian dengan Disiplin

Setiap malam catat semua pengeluaran di notes atau Excel sederhana. Lihat pola: ternyata Rp300.000 habis untuk rokok dan es teh.

Kurangi bertahap. Setelah 2 minggu, Anda akan kaget melihat berapa banyak yang bisa dihemat.

10. Rencanakan THR Tahun Depan Sejak Sekarang

Sisihkan Rp50.000–Rp100.000 setiap bulan mulai sekarang untuk “tabungan THR 2027”.

Dengan 12 bulan, Anda sudah punya Rp 600.000–Rp 1,2 juta tanpa terasa. Tambah lagi dengan bonus kecil atau THR kecil-kecilan.

Mengelola sisa gaji setelah THR ludes karena mudik bukan tentang “menderita”, tapi tentang mengambil kendali. Mulai dari satu atau dua cara saja dulu—misalnya anggaran 50/30/20 dan catat pengeluaran harian—lalu tingkatkan pelan-pelan.

Load More